Berubah Menjadi BPJS, PT Askes Menanggung 3 Anak PNS

Kabar gembira buat Pegawai Negeri Sipil (PNS). PT Askes akan menanggung 5 orang dalam sebuah keluarga PNS.

Hal itu terungkap pada Pendatanganan Addendum Perjanjian Kerjasama antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan PT Askes.

Jumlah kepesertaan PNS yang ditanggung PT Askes bertambah 5 orang terdiri dari Suami Istri dan 3 anak. Sebelumnya PT Askes hanya menanggung 4 orang yakni Suami Istri dan 2 anak.

Selain itu PT Askes juga akan berubah menjadi Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan (BPJS). Selama ini, PT Askses adalah perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"PT Askses kini bertindak sebagai badan publik yang bertanggung jawab kepada presiden,"kata Direktur PT Askes Fachmi Idris di Jakarta Jumat 26 April 2013.

Perubahan itu membuat pelayanan BPJS akan lebih luas meliputi pula untuk peserta Jamkesnas dan Jamsostek.

"Perubahan menjadi BPJS tidak akan mengurangi sedikitpun layanan yang akan diberikan kepada PNS,"tegas Fachmi Idris

Menurut Fachmi Idris, penandatanganan kerja sama tersebut  untuk memastikan  kevalidan data PNS yang dijamin oleh PT Askes.

Sementara itu Kepala BKN Eko Sutrisno menegaskan bahwa ada tidaknya Addendum, BKN berkewajiban memberikan data yang baik kepada PT Askes. Eko memberi apresiasi pengelolaan dana keuangan yang dilakukan oleh PT Askes yang meraih WTP sebanyak 21 kali sampai tahun 2012.

Saat ini tercatat  16.4 juta peserta askes yang merupakan PNS/pensiun PNS, TNI, dan Polri di seluruh Indonesia.

Seperti dilansir BeritaBulukumba.com dari berita situs PT Askes, perubahan ke BPJS akan resmi dimulai pada 1 Januari 2014.

Laporan: Cr8/Yahya/din

2 Responses
  1. author

    M Barzan Kifli1 year ago

    sayangnya pelayanan di rumah sakit di daerah saya jika menggunakan ASKES sangat memprihatinkan. Kalo mau operasi minimal nunggu sebulanan. belum lagi obat obatan yang banyak tak masuk dalam talangan askes. potongan perbulan RP 200 ribuan lebih. Bisakah PNS seperti saya keluar dari ASKES???

    Reply
  2. author

    Jermia Wicaksono1 year ago

    daripada menambah tanggungan pns lebih baik mengurangi premi askes yg dibebankan otomatis di gaji, askes main potong otomatis gaji, mau klaim susah sekali, pengalaman mengurus askes anak lahir menunggu anak masuk ke daftar gaji, proses itu butuh mengurus kartu keluarga dan akte kelahiran.. alhasil tidak direimburse karena akhirnya terlalu lama dan data di RS hilang

    Reply

Tinggalkan Komentar