Tampil Seksi Mempesona dengan Henna Tangan

Lista sedang melukis dengan henna.

Lista sedang melukis dengan henna.


Sambil tersenyum tiga perempuan cantik sedang berjalan menuju sumber keramaian. Di tangannya yang lembut dan bersih berlapis corak yang berukir rapi nan indah.

Di dalam kendaraan roda empat kutumpangi, terus melirik tangan mereka. “Itu namanya Henna pak. Sekarang sedang digemari cewek-cewek ke pesta,”kata seorang ibu, tak terlalu cukup umur, yang duduk disamping saya. Sepertinya dia menangkap yang ada dipikiran saya. Rasa penasaran kembali muncul setelah tangan-tangan terukir sedang ramai di sosial media.

Mencoba menelusuri, memang sedang marak dan digandrungi kawula muda. Tak cuma mempelai, tamu dan gadis-gadis ikut memakai Henna. Gaya seperti ini memang sering disaksikan lewat penampilan wanita ala Bollywood. Di Indonesia, tradisi henna tangan ini memang tak sepopuler di India atau Arab.

Beberapa daerah termasuk suku Bugis-Makassar melakukan ritual henna (mappacci) sebelum pesta nikah. Meski, mappaci dalam tradisi Bugis itu, menggunakan daun pacar ‘pacci’ untuk mensucikan pernikahan.

Lista Arantika Baslis, warga Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, sejak dua bulan lalu membuka jasa henna. Sebagian besar yang datang meminta henna untuk tangan. “Kebanyakan henna tanga untuk orang mau pergi pesta atau pengantinnya,”ungkapnya. Jasa henna memang sebanding dengan kesabaran melukisnya. Tarif henna pun bermacam-macam, tergantung motif yang dipesan maupun jumlah bahan.

Hennay by Lista

Hennay by Lista


“Kalo saya paling mahal mi 200 ribu sepasang tangan. Ada juga paling murahnya 70 ribu sepasang tangan,”bebernya. Untuk menyelesaikan pembuatan henna, Lista mengaku harus teliti dan sabar. “Kalau saya iyye’, biasanya paling lama menggambar dua hingga tiga jam,”katanya lagi.

Khusnul seorang remaja asal kta Bulukumba menggemari henna tangan. Dirinya mengaku lebih percaya diri memakai henna saat berlibur. Bahkan, dalam sehari-hari tak lupa melukis tangannya dengan henna. “Saya suka saja. Banyak bilang seksi bede’ tanganku kalo ada hennanya,”katanya dengan malu-malu.

Hena atau henna berasal dari bahasa Arab yaitu Hinna memiliki arti dedaunan yang dapat meninggalkan warna merah di kulit . Orang Indonesia biasa menyebutnya dengan istilah Innai atau pacci.