Yamaha dan Honda Indonesia Terbukti Bersekongkol Naikkan Harga Motor

MAKASSAR,BB — Ada yang menghebohkan dunia otomotof di Makassar, Rabu 22 Februari 2017. Khususnya kalangan pecinta motor atau kendaraan roda dua.

Produsen motor Yamaha dan Honda Indonesia berdasar putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU-RI) terbukti bersekongkol menaikkan harga motor. KPPU-RI memutuskan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) bersalah atas persekongkolan dalam penetapan harga jual motor skuter matik di Indonesia.

“Ada bukti,” kata Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf di Makassar, Senin 20 Februari 2017 seperti BeritaBulukumba.com lansir dari situs ANTARA. KPPU menyatakan bahwa terlapor satu (YIMM) dan terlapor dua (AHM) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kedua terlapor diputus bersalah dengan harus membayar denda. Terlapor satu (YIMM) didenda sebesar Rp25 miliar, sedangkan terlapor dua, (AHM) di denda membayar Rp22,5 miliar. “Bagi pihak terhukum harus membayar dendanya itu dan disetorkan langsung ke kas negara sesuai dengan jumlah yang diputuskan majelis,” katanya. Syarkawi menyebut, terlapor satu dan dua harus melakukan pembayaran denda sesuai dengan yang diputuskan kemudian salinan bukti pembayaran denda tersebut dilaporkan dan diserahkan ke KPPU.

Anggota KPPU lainnya Saidah Sakwan mengatakan, sepeda motor skuter matik yang harga seharusnya dijual ke pasaran Indonesia hanya Rp 8,7 juta justru dijual dengan harga Rp14-18 juta per unit. “Sangat menguntungkan perusahaan,” kata Saidah. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) telah diduga melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kabar ini mendapat respon positif warga. Warga mengaku hal sudah berlangsung lama merugikan masyarakat. “Kami selalu mendukung pemerintah atau pihak yang melakukan tututan Ini baik bagi kondisi bisnis tanah air secara sehat,”kata Lutfi, salah seorang pengguna motor metic di Makassar. Menurutnya lagi, pihak KPPU juga diminta investigasi ke produsen lain termasuk ponsel atau gadget dan alat elektronik. (ANTARA/JIEM)