Penemuan Exoplanet, Potensi Kehidupan Baru Selain Bumi

Dunia sains pekan ini ramai membahas tentang exoplanet, atau planet sistem solar luar. Peneliti dari NASA merilis info penemuan exoplanet melalui sebuah laporan di jurnal Nature. Kini topik penemuan exoplanet menjadi trending di hari ini Kamis 23 Februari 2017′

Halaman utama situs Google turut mengapresiasi dengan sebuah Doodle. Muncul gambar animasi yang menggambarkan astronomi sedang meneliti planet. Dengan teropong memantau cakrawala dan menemukan kumpulan planet.

Memang pada laporan Jurnal Nature seperti dilansir dari Reuters, Astronom menemukan tujuh planet seukuran Bumi di sistem solar terdekat. Kabar baiknya planet ini berpotensi adanya kehidupan. Tiga diantaranya mengelilingi pusat tata suryanya di posisi yang kemungkinan mendukung perairan.

Para peneliti mengatakan temuan ini meningkatkan prospek penemuan kehidupan ekstraterestrial, Rabu (22/2) waktu Amerika. Satu bintang diberi nama TRAPPIST-1 berukuran kecil dan terletak di konstelasi Aquarius. Jaraknya sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Para peneliti berharap bisa meneliti atmosfer planet-planet di sekitarnya yang mungkin punya sumber kimia kehidupan. “Penelitian ini memberi kita bukan hanya petunjuk apakah ada penemuan Bumi kedua, tapi menunggu waktu untuk ditemukan,” kata Kepala peneliti NASA, Thomas Zurbuchen dalam konferensi pers.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pekan ini. Laporannya menambah informasi penelitian sebelumnya tentang tiga planet yang mengelilingi bintang TRAPPIST-1. Mereka termasuk dalam lebih dari 3.500 planet yang ditemukan di sistem solar luar atau exoplanet. “Ini pertama kalinya banyak planet seukuran Bumi yang ditemukan di sekitar bintang yang sama,” kata peneliti utama Michael Gillon.

Para peneliti ini fokus menemukan planet berbatu seukuran Bumi dengan temperatur tertentu sehingga air atau cairan bisa terbentuk. “Saya pikir itu adalah tahap krusial menemukan kehidupan,” kata astronom Amaury Triaud dari Universitas Cambridge. Diameter bintang TRAPPIST-1 seukuran delapan persen dari ukuran matahari sehingga planet seukuran Bumi terlihat lebih besar. Jika dilihat dengan teleskop dari Bumi, planet ini tertutup sedikit oleh cahaya bintangnya. Karena bintang TRAPPIST-1 kecil, planet jarak dekat memungkinkannya jadi zona berpenghuni.

Kalaupun planet ini belum memiliki kehidupan sekarang, planet ini bisa berevolusi. TRAPPIST-1 masih berusia sedikitnya 500 juta tahun cahaya. Bintang ini kemungkinan bisa hidup hingga 10 triliun tahun.

Matahari diperkirakan baru menjalani setengah dari masa hidupnya sekitar 10 miliar tahun. Dalam beberapa miliar tahun, saat matahari kehilangan bahan bakar dan sistem tata surya mulai terancam, TRAPPIST-1 masih jadi bintang berusia bayi. “Ia membakar hidrogen dengan sangat pelan sehingga bisa hidup 10 triliun tahun lagi, ini cukup untuk sebuah kehidupan berevolusi,” katanya.