RSUD Bulukumba Buka Layanan Cuci Darah, Biaya Bisa Ditanggung BPJS

BULUKUMBA,BB — Kini warga Bulukumba dan sekitarnya tak perlu lagi jauh ke kota Makassar untuk mendapatkan layanan cuci darah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulsel resmi melayani pasien cuci darah Kamis 9 Maret 2017.

Hal itu ditandai dengan peresmian fasilitas cuci darah atau hemodialisis oleh Wabup Tomy Satria. Selama ini pasien terpaksa dirujuk ke RS Makassar untuk mendapat layanan ini. Bahkan diantaranya memilih ke luar negeri. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bulukumba, dr Abd Rajab, layanan ini kebanyakan bagi pasien yang menderita gagal ginjal.

“Hemodialisis atau cuci darah sangat berperan penting bagi penderita gagal ginjal,” kata Abd Radjab. Dia menambahkan, warga bulukumba yang membutuhkan layanan cuci darah tahun 2017 mencapai 32 pasien. “Mereka harus cuci darah 2 hingga 3 kali seminggu. Sehingga ini bisa mengurut biaya transportasi dan akomodasi,” ungkap dr Radjab. Saat meninjau unit ruang hemodialisis, Wabup Tomy Satria menyapa empat pasien yang sementara proses cuci darah atau yang menurut istilah barunya buang racun.

Keempat warga itu adalah Uddin (56) asal Desa Bentengpalio cuci darah untuk ke 112 kali, Maryam (48) asal Kabupaten Jeneponto cuci darah ke 80 kali, Rafiuddin (57) asal Sawere cuci darah ke 109 kali, dan Padi Tagge (66) asal kampung Gadde Ujungbulu, cuci darah ke 90 kali. “”Kini masyarakat yang menjadi pasien tidak perlu lagi ke Makassar. Fasilitas hemodialisis ini bagian dari komitmen Pemkab memberikan kepuasan atas hak dasar layanan kesehatan,”tambah Tomy Satria Yulianto.

Biaya cuci darah ini juga mendapat tanggungan BPJS Kesehatan. Sedangkan biaya untuk umum sekira Rp1,5 juta sekali cuci darah. Hal itu sesuai standar biaya tipe RSUD Bulukumba. “Untuk umum memang masih disusun kemuudian dibuatkan Perbub (Peraturan Bupati),”Kata Gumala Rubiah, Kabag Humas RSUD Bulukumba. Menurutnya biaya cuci darah berbeda setiap tipe rumah sakit. “Biaya memang berbeda sesuai tipe RS. Belum lagi dengan pasien yang menderita komplikasi,”ungkapnya.