Mahasiswi Cantik Indonesia Ini Ajari Non-Muslim Pakai Hijab di Newcastle

NEWCASTLE,BB — Mengajar perempuan muslim mengenakan hijab memang biasa. Namun, jika yang diajar cara memakai hijab kalangan non muslim bagaimana rasanya?. Nah, hal ini dilakukan Trifty Qurrota Aini, salah seorang hijaber cantik asal Indonesia yang sedang kuliah di Northumbria University, Newcastle, Inggris.

Pada sebuah even Discover Islam Week, Trifty bertugas di sebuah stand khusus memberikan tutorial hijab bagi pengunjung. Dia pun kedatangan banyak warga non-muslim yang ingin mencoba memakai hijab. “Kita di Islamic Society (ISOC) Northumbria University ada sesi hijab tutorial di stand hijab challenge. Mereka antusias mencoba pengalaman baru mengenakan hijab dengan beragam style,”kata Trifty saat dihubungi beritabulukumba.com, Sabtu 18 Maret 2017.

Trifty menceritakan bahwa ada sejumlah stand diacara itu. Seperti juga adanya stand kaligrafi yang cukup menarik perhatian di Discover Islam Week Newcastle University. Tidak hanya berasal dari Inggris, namun event ini juga menarik perhatian warga dari negara lain, misalnya China, Jerman, Bulgaria, dan Amerika. Sebagai agama minoritas di Inggris, banyak warga yang tidak mengetahui ajaran agama Islam secara mendalam. Meski demikian, kota Newcastle memiliki beberapa komunitas muslim, sehingga agama Islam bukanlah agama yang asing di kota yang terletak di bagian timur utara Inggris ini.

Sebagian besar warga mengetahui Islam dari pemberitaan media. Namun, tidak jarang Islam diberitakan tidak sebagaimana mestinya. Hal inilah yang mendasari digelarnya Discovery Islam Week di dua universitas besar di Newcastle, Inggris, Newcastle Unversity dan Northumbria University. “Untuk memperkenalkan citra Islam yang sebenarnya kepada warga setempat,”tambah Trifty.

Islamic Society (ISOC) Newcastle University


Discovery Islam merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Islamic Society (ISOC) Northumbria University dan Islamic Society (ISOC) Newcastle University. Tahun 2017 adalah tahun ke delapan Discover Islam Week diselenggarakan di kedua universitas besar tersebut. Data ISOC Newcastle University menyebutkan, setiap tahun terdapat 3500 warga di Newcastle yang mengunjungi event islami ini, sementara ISOC Northumbria University mencatat sekitar 400 warga non muslim tertarik menghadiri Discover Islam Week di Northumbria University.

Warga non-muslim dapat menghadiri Discover Islam Week secara gratis. Discover Islam week diselenggarakan di Northumbria University pada tanggal 13-16 Maret 2017 lalu. Sedangkan di Newcastle University pada tanggal 6-10 Maret 2017. Bukan hanya dapat bertanya dan berdiskusi mengenai dunia keislaman, namun pengunjung juga bisa mendapatkan Al-Qur’an, buku-buku mengenai Islam, henna, makanan dan minuman secara gratis. “Bahkan ada diantara pengunjung yang baru mendengar adzan pertama kali,”cerita Trifty.

AHMED HAARISH


Presiden ISOC Northumbria University, Ahmed Haaris Hashmi mengatakan tujuan dilangsungkannya Discover Islam Week adalah untuk meluruskan anggapan yang keliru mengenai Islam akibat pemberitaan negatif media barat mengenai Islam yang sering mengkaitkan Islam dengan terorisme. Pria 22 tahun asal India ini mengatakan sebagian warga di Newcastle memiliki konsep yang keliru tentang Islam. Sehingga biasanya warga non-muslim datang dan mengklarifikasi pengetahuan mereka tentang Islam dalam event ini.

Namun, tidak semua warga memiliki pemahaman keliru, karena jumlah umat muslim cukup banyak di Newcastle. Maka sebagian lainnya sudah memahami ajaran Islam. “Tantangan terbesar kami dalam mendeskripsikan ajaran Islam adalah mengenai latar belakang pengunjung. Karena itu ketika ada pengunjung yang datang dan bertanya tentang Islam, sebelum menjelaskan kami akan bertanya terlebih dahulu mengenai latar belakang mereka. Sehingga cara kami menjelaskan akan disesuaikan dengan latar belakang mereka,” jelas mahasiswa Northumbria University jurusan Mechanical Engineering ini.

MUSA ALGHAMDI


Bukan hanya itu, katanya, perbedaan budaya dan pemahaman tentang ketuhanan juga menjadi tantangan. Sementara itu President ISOC Newcastle University, Musa Alghamdi mengatakan bahwa Discover Islam sangat bermanfaat untuk membina hubungan baik antara warga muslim dan non-muslim di kota Newcastle, Inggris. “Dalam event ini kami juga berusaha membangun image yang baik mengenai Islam,” lanjut pria asal Saudi Arabia yang tengah sibuk menjalani hari sebagai mahasiswa PhD jurusan Educational and Applied Linguistic ini.

Beberapa hal yang sering dipertanyakan oleh warga non muslim dalam event Discover Islam Week diantaranya adalah mengenai makanan halal, hijab, wanita dalam Islam, isu terorisme, makna jihad, bahkan beberapa warga non-muslim juga bertanya secara spesifik tentang konten yang terdapat di dalam Al-Qur’an. “Sebenarnya tidak sulit menjelaskan nilai-nilai keislaman kepada warga di Newcastle, karena jumlah muslim di sini sangat banyak, sehingga warga non muslim bisa bertanya kepada rekan-rekan muslim di kehidupan sehari-hari,” jelas Musa Alghamdi.

Meski demikian, Discovery Islam Week di Northumbria University dan Newcastle University sama-sama menggaungkan nilai-nilai tauhid, menekankan kepada keesaan Allah, sosok Nabi Muhammad, dan wahyu Allah (Al-Qur’an). Tidak sedikit warga non muslim di Newcastle yang akhirnya memeluk agama Islam setelah menghadiri Discover Islam Week.