Produksi Gabah Musim Tanam 2017 Meningkat di Bulukumba

BULUKUMBA,BB – Produksi gabah musim tanam 2016-2017 tercatat 325.322 ton. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan musim tanam 2015-2016 yang mencapai 293.322 ton. Angka itu meningkat 10,89 persen. Produksi gabah musim tanam 2016-2017 yang mencapai lebih dari 325 ribu ton tidak terlepas dari campur tangan pemerintah dalam menyukseskan program swasembada pangan.

Peningkatan produksi gabah  10,89 persen tahun ini, disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bulukumba, Ir Harun, di acara panen raya padi di Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kamis (20/4). 

“Saya mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan pengetahuan agar dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Saya juga mendorong petani untuk melakukan pertanaman dengan mengikuti teknologi yang dianjurkan,” kata Ir Harun, Kadis Tanaman Pangan Bulukumba. 

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, menyambut baik produksi gabah musim tanam 2017 yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Peningkatan produksi gabah tahun ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian. 

“Saya berharap, agar para penyuluh terus melakukan pengawalan dan pendampingan kepada petani. Tahun ini, ada 11 penyuluh pertanian lapangan yang diangkat jadi CPNS, semoga kinerja semakin baik” tambah Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali. 

Panen raya padi yang dipusatkan di Kelompok Tani Lappangange Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang ini dihadiri ratusan petani. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bentuk kebersamaan antara Pemkab dengan petani. “Saya juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri dalam mendukug swasembada pangan” ujar mantan militer pangkat Kolonel ini.

Sementara itu, hasil analisa usaha padi per hektarnya menunjukkan nilai ekonomi yang cukup bagus. Menurut Andi Dahniar, biaya produksi untuk 1 hektar sawah mencapai Rp10 juta. Sementara, produksi gabah 9,7 ton. Bila produksi gabah 9,7 ton dikali dengan harga gabah Rp3.800 per kilogram, maka, harga jual gabah mencapai Rp36 juta. “Keuntungan petani bisa mencapai Rp26 juta,”terang Andi Dahniar, penyuluh pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Bulukumba. 

Pemkab Bulukumba