Wah, emosi di FB bisa menular

oleh

NEW YORK,BB – Tahukah anda bahwa emosi yang ditulis lewat status Facebook bisa menular? Sebuah riset yang melibatkan lebih dari 100 juta warga Amerika Serikat dan satu miliar pesan yang mereka tulis di Internet membahas pernyataan di atas.

Menurut penelitian itu, pesan yang ceria lebih berpotensi memengaruhi suasana hati pengguna Internet lainnya ketimbang pesan negatif. Kajian ini dilakukan oleh periset di University of California San Diego, Yale University, dan Facebook Inc. Penelitian yang diterbitkan Rabu kemarin ini menjadi salah satu studi publik terbesar soal jejaring sosial.

Loading...

Untuk melindungi privasi dan kerahasiaan, Facebook membuat data-datanya anonim. Periset memakai sistem analisis teks otomatis, sehingga mereka tidak benar-benar melihat isi pesan. “Kami ingin melihat apakah perubahan emosi seseorang menyebabkan perubahan emosi dalam orang lain, dan itulah yang kita dapatkan,” kata ilmuwan politik UC San Diego, James Fowler. Ia memimpin riset yang dirilis dalam situs jurnal PLOS ONE tersebut.

Pertama, periset mendapati hujan dapat secara langsung mempengaruhi mood status Facebook seseorang. Efeknya kecil tetapi signifikan. Jumlah post negatif naik 1,16%, sementara post positif turun 1,19%. Update negatif tersebut juga mempengaruhi status Facebook satu atau dua temannya di kota lain yang tidak hujan. Setiap post positif menghasilkan 1,75 post positif lain di antara sesama teman. Sementara setiap post negatif membuahkan 1,29 post negatif lainnya di sesama teman, kata periset.

Post diklasifikasikan berdasarkan kata-kata negatif atau positif di dalamnya, seperti kata “sedih” atau “bahagia.” Untuk menghapus pengaruh topik pembahasan dalam penularan emosi, periset tidak mencakup status yang berbicara tentang cuaca. “Kami ingin post dari pengguna yang lokasinya tengah dilanda hujan. Situasi itu membuat mereka menulis status negatif yang tidak berkaitan dengan cuaca,” kata Fowler.

Dengan total pengguna aktif sekitar 1,2 miliar, gejolak status positif atau negatif dapat menyebar dalam Facebook dengan cepat, kata Fowler. “Hal ini akan mengandung implikasi bagi pasar finansial yang naik turun dan juga berdampak pada aktivitas politik,” katanya.

Debat soal dampak perilaku online dalam dunia nyata telah muncul sejak kelahiran jejaring sosial. Meski demikian, ahli sosiologi dan psikologi jarang memiliki akses ke data mentah—yang berasal interaksi pribadi pengguna—dalam jumlah yang cukup. Data itu akan menguak apakah suasana hati mereka yang tampak di Internet dapat memengaruhi orang lain, seperti halnya dalam komunikasi tatap muka. Perusahaan jejaring sosial sebelumnya enggan membagi informasi pribadi penggunanya.

Sumber: PLOS ONE/WSJ Indonesia

Loading...