Jelang Pileg, politik uang marak di Bulukumba

oleh

BULUKUMBA, BB – Obsesi menjadi wakil rakyat semakin meninggi dan berbagai upaya akan dilakukan untuk calon wakil rakyat yang serakah. Berbagai pelanggaran politik pun seakan menjadi halal demi sejengkal kekuasaan. Itu sebabnya masyarakat perlu berfikir cerdas karena hasil pemilihan 9 April 2014 ini akan menentukan Indonesia lima tahun
kedepan.

Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Bulukumba, A. Muh. Amir kepada BeritaBulukumba.com mengungkapkan pelanggaran kampanye di daerah cukup banyak. Diantaranya yang mendominasi adalah money politik. “Tidak bisa dipungkiri dari semua pelanggaran, money politik yang mendominasi. Kami juga sering dapat laporan, hanya saja yang cukup bukti untuk diproses baaru satu kasus,” ujarnya.

Loading...

Money politik melanggar UU nomor 8 tahun 2012 tentang pemilu, pasal 86 ayat 1. Sanksinya, sesuai dengan pasal 90, pelaku bida dicoret namanya ataupun pembatalan pelantikan.  “Untuk pelanggaran bukan hanya permainan uang tapi juga material. Nama
pelaku bisa dicoret dari daftar calon tetap (DCT) ataupun setelah pemilihan dan yang bersangkutan terpilih maka pelantikannya akan dibatalkan. Tapi ini masuk keputusan pengadilan,” tuturnya.

Sementara itu, pelanggaran kampanye saat ini yang sedang diproses oleh pihak kepolisian dilakukan caleg daerah dari kader Partai Golkar. Dalam kasus ini, kata Amin, yang bersangkutan dilaporkan tim Gakumdu yang melibatkan pihak kepolisian, kejaksaan dan panwaslu sendiri. “Dari hasil kajiian tim ini kasus ini memenuhi unsur pelanggaran.
Namun selanjutnya setelah dilapor itu masuk wewenang kepolisian,”katanya.

Pelanggaran politik yang dilakukan oknum adalah membagi-bagi dana bantuan siswa miskin (BSM) sambil berkampanye. Ini dilakukan di Keamatan Kajang, Herlang dan Bontobahari.

Laporan: cr12/Anjar Masiga

Loading...