Tokoh lintas agama serukan Pemilu damai

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Menjelang Pemilu Tahun 2014 banyak kemungkinan terjadi yang bisa merusak arti demokrasi yang sesungguhnya bahkan bisa merusak kerukunan beragama di Indonesia. Dengan melihat kemajemukan bangsa Indonesia baik dari sisi agama, budaya, etnis, ras dan golongan tidak menutup kemungkinan konflik pada unsur ini akan muncul. Untuk itu, Pimpinan Mejelis-Majelis Agama  menyerukan pemilu 2014 sebagai pemilu yang harus diselenggarakan dengan penuh damai.

Seruan dilakukan Tokoh Lintas Agama yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (2/4) dihadiri oleh Wamenag Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Ketua Matakin WS Wawan Wiratma, Wakil Widya Shaba dari Walubi Mpu Suhadi Sendjaja, Ketau KWI Romo Edi Purwanto, Ketua PHDI Mayjen TNI (purn) SN Suwisma, Ketua PGI Pdt Gomar Gultom, Perwakilan MUI Saifullah Maksum. Seruan dibacakan oleh Suhadi Sanjaya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Daftar anggota DPRD Kabupaten Maros terpilih periode 2014-2019

Pertama, menyerukan kepada segenap warga masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih agar menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab disertai sikap penuh optimis dan tidak bersikap ‘golput’ demi keberlangsungan pembangunan bangsa yang menempatkan agama sebagai landasan etik, moral, dan spiritual.

Kedua, menyerukan kepada semua partai politik agar sungguh-sungguh berlaku jujur dan adil dengan menempatkan kerukunan dan persatuan bangsa sebagai landasan utama pelaksanaan Pemilihan Umum serta menghindari terjadinya pertentangan di kalangan masyarakat.

Ketiga, menyerukan kepada semua partai politik agar terus menerus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada kadernya supaya tetap memiliki wawasan ke Indonesiaan, tanggung jawab, komitmen terhadap kelangsungan pembangunan bangsa dan Negara, serta aktif menciptakan kondisi yang mendukung terwujudnya misi luhur sebagai wakil rakyat dan pimpinan bangsa.

BACA JUGA:   Gubernur minta pelaku pengeroyokan Amir Ilyas diseret ke penjara

Keempat, menyerukan kepada semua calon anggota legislatif, calon pimpinan bangsa, partai politik, dan massa pendukungnya dalam meraih dukungan harus menghindarkan diri dari perilaku buruk seperti menggunakan isu-isu primordial, mengadu domba, menggunakan politik uang, dan black campaign dengan mengedepankan etika dan moral serta semangat dan solidaritas kebangsaan.

Kelima, menyerukan kepada semua unsur penyelenggara Pemilihan Umum agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta memegang teguh sikap amanah, adil, jujur dan bertanggung jawab dengan berpedoman pada ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan sehingga dapat dihindari kemungkinan berkurangnya nilai obyektivitas hasil pemilihan umum 2014.

Keenam, menyerukan kepada media massa baik cetak, elektronik maupun media social agar dapat berfungsi sebagai wahana mencerdaskan bangsa dan secara bersungguh-sungguh menyebarkan informasi berdasarkan nilai-nilai luhur dan keadilan guna membangun opini publik menuju penyelenggaraan pemilihan umum 2014 yang jujur, adil, rukun dan damai.

BACA JUGA:   15 caleg kalangan artis terpilih di DPR RI

Ketujuh, menyerukan kepada seluruh komponen bangsa agar dapat menerima dan memaknai hasil pemilihan umum tahun 2014 sebagai kemenangan bersama seluruh rakyat Indonesia.

Laporan: cr17/mjhe – kemenag.go.id

Pos terkait