SBY klaim kepemerintahannya lebih berhasil daripada presiden-presiden sebelumnya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA, BB – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat memaparkan sejumlah keberhasilan yang diraih selama menjabat sebagai pemimpin bangsa Indonesia. SBY mengklaim bahwa pencapaiannya lebih signifikan dibandingkan dengan presiden sebelumnya.

Di Hall D JI Expo Kemayoran, pada Kamis (3/4/2014), Jakpus, SBY menampilkan keberhasilan-keberhasilan itu dalam bentuk presentasi infografis slide show yang ditampilkan di sebuah layar besar.

Bacaan Lainnya

SBY menuturkan, untuk mengingatkan memori kita bersama dia akan menayangkan sejumlah infografis tentang apa saja yang telah dihasilkan selama 10 tahun terakhir dari negara dan pemerintah.

Berikut ini klaim keberhasilan pemerintah SBY selama hampir satu dekade ini seperti dikutip detiknews.com:

Pendapatan Negara dan Cadangan Devisa. SBY bicara soal rasio hutang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). SBY mengklaim terjadi penurunan sebanyak 60 persen dari awal dirinya menjabat hingga menjelang akhir jabatannya.

BACA JUGA:   Setelah DPR Tandingan, tokoh KTI dukung Prabowo jadi presiden

APBN Akhir Masa Bakti. SBY juga memaparkan jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden Megawati. “Pak Harto dan Pak Habibie, APBN kita Rp 204 triliun, Gus Dur dan Ibu Mega Rp 403 triliun sekarang menjadi Rp 1800 triliun. Ada peningkatan APBN sebesar 4 kali,”kata SBY.

Pendapatan Perkapita. Pendapatan per kapita sejak Indonesia merdeka, 1945-2004 sebesar USD 1.184. Sementara sejak 2004-2013 pendapatan per kapita meningkat menjadi USD 3.490. “Pertumbuhan ekonomi diantara pertumbuhan G20 kita tumbuh nomor 2 setelah Tiongkok,” ujar SBY.

Angka Kemiskinan dan Jumlah Pengangguran. Pada awal SBY menjabat sebagai Presiden, kemiskinan berada di angka 16,7 persen tapi setelah itu berada pada angka 11,47 persen. Pengangguran pada 2004, 9,9 persen dan sekarang turun berada pada angka 6,3 persen.

Pendidikan dan Kesehatan. Anggaran pendidikan nasional dari Rp 78 triliun (2004), sekarang sudah mencapai Rp 369 triliun. Kesehatan nasional, puskesmas, apotik, dan jumlah dokter terus bertambah. Saat ini jumlah dokter di seluruh tanah air ada 76 ribu.

BACA JUGA:   Bukti Penting Dari Anas, SBY Diduga Terlibat Kasus Hambalang

Listrik Nasional dan Konektivitas Antar Wilayah. Kapasitas listrik nasional sejak tahun 2004 memiliki kekuatan� 25 ribu MegaWatt. Pada 2013, kekuatan listrik Indonesia sudah menjadi 50 ribu MegaWatt. Konektivitas antar wilayah terjadi peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur transportasi tahun 2004 Rp 8,1 triliun menjadi Rp 87 triliun. Pembangunan jalan zaman Presiden� Soeharto 348 km menjadi 501 ribu KM tahun 2013. Transportasi darat pada periode 2005 dan 2013, dilakukan pembangunan jalur kereta api sepanjang 1.367 km, naik 28 kali lipat. Transportasi laut pada periode 2004-2013 terjadi penambahan 90 unit kapal penyeberangan dan 33 perintis. Transportasi udara, masa akhir era Soeharto-Habibie 250 unit penerbangan. Era Gusdur-Mega 400 unit penerbangan. Saat ini, ada 1224 unit penerbangan ditambah yang baru dibangun sekitar 61 bandara.

Perumahan, Komunikasi dan Pariwisata. Perumahan rakyat layak huni, dua pemerintahan sebelumnya berhasil membangun 52 ribu unit per tahun. Saat ini, bisa bangun 86 ribu unit per tahun. Informasi dan komunikasi, kepemilkan ponsel per rumah tangga 86,09 persen dan kepemilikan komputer 14,6 persen. Pariwisata, terjadi penambahan jumlah wisatawan asing sebesar 34 persen. Kerjasama internasional Indonesia tetap menjalankan politik bebas aktif. Selama pemerintahan SBY dikembangkan strategic partnership baru dengan 9 negara, dan comprehensive partnership baru dengan 7 negara.

BACA JUGA:   Reshuffle Kabinet: Ini 5 Menteri Baru Kabinet Kerja Jokowi 2015

TNI, Alutsista dan Polri. Anggaran untuk TNI dan alutsista meningkat tajam. Jika pada 2004, Rp 21 triliun, saat ini mencapai Rp 84,4 triliun. Anggaran Polri dan kamtibmas dari Rp 13,3 triliun tahun 2005 kini menjadi Rp 47 triliun.

Pemberantasan Korupsi. SBY berterimakasih kepada KPK, Polri dan Kejaksaan atas pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih. Pemberantasan korupsi di Indonesia juga semakin agresif.

Lingkungan Hidup. SBY mencanangkan gerakan menanam 1 miliar pohon. Hal itu dinilai sebuah kerja nyata dibandingkan sekedar diskusi soal lingkungan

Pos terkait