PMII desak KPU dan Panwas proses kecurangan Pemilu

Gambar Gravatar

BULUKUMBA, BB– Sekelompok mahasiswa Bulukumba yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi damai di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aksi protes tersebut sebagai bentukbkekecewaan mahasiswa terhadap lemahnya pengawalan pemilihan umum (pemilu) sehingga diduga terjadi kecurangan politik, yakni penggelembungan suara.

Seperti dalam selembaran pernyataan sikap PMII mendesak Panwas memproses kecurangan penilu yang terjadi di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale dan beberapa desa lainnya. Mahasiswa juga berharap KPU dan Panwas untuk mengumumkan secara transparan hasil rekap C1 ditingkat
Panitia Pemilu Kecamatan (PPK). Kemudian mengantisipasi oknum-oknum tertentu yang menginginkan perubahan data pemilu.

BACA JUGA:   Besok, KPU tetapkan anggota DPRD Sulsel terpilih periode 2014-2019

“Khususnya di Anrang, harus segera dilakukan penyelidikan terkait kecurangan yang terjadi,” ujar Koordinator aksi, Irfan Bandri, dalam orasinya. Ketua Panwas, Andi Amin, mengatakan jika pihaknya akan memproses setiap pelanggaran asalkan terlaporkan dan ada buktinya.

Ketua KPU, Sudirjaya, menegaskan pihaknya akan menjaga nama baik lembaganya dan memastikan PPK tetap menjaga independensinya. “Kalau ada yang menjaggal, komisioner KPU akan memantau langsung. Soal pelanggaran pemilu yang beredar diharapkan masyarakat jangan percaya,
kecuali ada bukti maka segera laporkan karena kita sama-sama mengawas,”tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Rilau Ale, Tamrin Nur mengatakan belum ada laporan kecurangan pemilu. Namun membenarkan jika memang ada masalah dengan model C1. “Kami memang temukan ada masalah, C1 tercoret-coret. Makanya kami mediasi untuk dilakukan penghitungan ulang di tingkat PPK untuk
menghindari konflik,” tuturnya.

BACA JUGA:   Bulukumba kekurangan 5.000 lembar kertas suara

Laporan: cr17/Anjar Masiga