Penerimaan PPPK terbuka bagi guru dan dosen

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Kabar gembira bagi guru dan dosen. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar sepakat untuk meningkatkan kualitas guru melalui reformasi rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). Keduanya juga sepakat, masalah guru honorer kategori 2 segera dituntaskan. Demikian antara lain terungkap dalam rapat koordinasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (17/04).

Dalam rapat yang dihadiri sejumlah pejabat eselon I dan II masing-masing kementerian itu, Azwar Abubakar minta agar guru menjadi target pokok dalam kebijakan Kemendikbud. Guru yang merupakan bagian terbesar dari aparatur sipil negara, harus memenuhi target kualifikasi. “Kasihan sama guru yang tidak berkualitas, atau kasihan dengan murid yang nantinya tidak berkualitas?” ujarnya.

BACA JUGA:   Situs sscasn.bkn.go.id Buka Pendaftaran PPPK Hari Ini

Azwar mengungkapkan, dengan diundangkannya Undang-Undang No. 5/2014 tentang ASN, guru tidak selalu harus diisi oleh PNS, tetapi bisa juga dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Menanggapi hal itu, M. Nuh mengapresiasi kebijakan dalam Undang-Undang ASN  yang melahirkan PPPK, yang diharapkan dapat mengisi kekosongan jabatan yang tidak dapat diisi oleh PNS. Undang-Undang ASN memungkinkan masyarakat sipil yang memiliki kompetensi secara profesional, dan memenuhi kualifikasi yang diminta untuk mengikuti rekrutmen pengisian jabatan PPPK. “Termasuk dosen dan guru non PNS dapat mengikuti rekrutmen terbuka tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, Kemendikbud berkomitmen mendukung kebijakan rekrutmen peningkatan kualitas dan kualifikasi dalam kerjasama pelaksanaan reformasi birokrasi, termasuk proses seleksi CPNS dan penyelesaian masalah kepegawaian.

BACA JUGA:   Daftar Instansi dan Pemda yang menerima CPNS Umum 2013

Dalam kesempatan itu Deputi SDM Aparatur Kemenetrian PANRB Setiawan Wangsaatmadja menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah yang akan mnejadi payung   hukum bagi PPPK. “PPPK akan dijabarkan lagi kualifikasinya dalam Peraturan Pemerintah. Tetapi yang jelas, rekrutmennya harus melalui tes seperti halnya rekrutmen CPNS,” ujarnya.

Laporan: Humas Menpan

3 Komentar

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, sama dengan mas D Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah lampung timur, Sudah 7 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 3 kali mengikuti ujian, dan membayar 40 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no tlp Bpk Djoko sutrisno yang bekerja di BKN pusat beliau selaku sekertaris utama diBKN jakarta dan beliau juga bisa membantu untuk kenaikan golongan, CPNS, baik PNS, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email beliau, Satu minggu kemudia saya sudah ada panggilan kejakarta untuk ujian, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar saya sangat bersyukur kpd allah baik kpd pak DJOKO SUTRISNO, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Dr. Drs. Djoko sutrisno,Msi Hp: 0823-2067-3456 terima kasih pak djoko wass…

  2. Mendikbud dan menpan jangan terpaku pada data tahun 2010 yang ada di Menpan atau BKN saja, dan jangan ngotot bilang bahwa guru honorer kwalifikasinya belum S1. sejak tahun 2010 – 2013 ada ratusan ribu guru honorer yg sdh S1.

  3. mendikbud hanya mementingkan aspek akademik, tdk memperhatikan aspek pendidikan (pendidikan karakter & moral siswa). jika profesional (bukan dari kalangan pendidik), mampukah mengajar siswa? mendidik bukan hanya sekedar menyampaikan materi akademik hingga siswa menjadi sangat jenius, tp lebih esensi apabila mengedepankan nilai mendidik karakter, berperilaku.. jika kalangan profesional mau mengajar lebih tepat sebagai native speaker saja. mendidik itu untuk manusia, dan manusia bukanlah robot, tapi punya jiwa yg harus dibangun. Dan saya percaya, guru punya bekal seperti itu, sedangkan kalangan non guru, mungkin tdk tahu pentingnya aspek “mendidik” tersebut, bukan sekedar menjabarkan panjang lebar tentang kejeniusannya. mkhs

Komentar ditutup.