Idris Sardi meninggal dunia, pengguna Twitter dan FB berduka (Profil)

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Kabar duka kembali datang dari dunia seni Indonesia. Pebiola legendaris Idris Sardi dikabarkan meninggal dunia pada usia 75 tahun Senin pagi 28 April 2014 sekira pukul 07.25 WIB.

Sejumlah pengguna Twitter dan FB langsung memberikan ucapan turut berduka cita atas kabar tersebut melalui akun keluarga yang ditinggalkan. Seperti ucapan yang diterima akun milik anak almarhum, Lukman Sardi. Sejumlah artis dan teman dekat almarhum turut memberikan ucapan lewat Twitter mapun akun Facebook. Diantaranya Rudi Soedjarwo dan musisi Melanie Subono.

Bacaan Lainnya

“Turut berduka @lukmansardi tabah dan diberi berkah selalu olehNYA. Aminnn.”Rudi Soedjarwo. Demikian juga Melanie Subono menulis ucapan “Turut berduka cita yang sebesar besarnya ya to you and family @lukmansardi,” tulisnya.

BACA JUGA:   Aktris 70-an Jean Stapleton Meninggal Dunia

Idris Sardi, lahir pada 7 Juni 1938 di Jakarta. Idris mewarisi bakat bapaknya M Sardi, pemain biola Orkes Radio Republik Indonesia (RRI) Studio Jakarta. Idris memulai menggeuti musik biola pada usia enam tahun. Debut perdananya didepan publik pada umur 10 tahun, pada 1949 di Yogyakarta.

Pada 1952, berkat permainannya yang bagus dengan biolanya, meski baru berusia 14 tahun dan belum lulus dari SMP, Idris diterima menjadi siswa di Sekolah Musik Indonesia (SMIND), yang baru dibuka pada tahun itu. Asal tahu saja, SMIND memasang syarat bahwa pelajarnya harus tamatan SMP atau sederajat. Idris ketika itu diterima di SMIND bersama temannya yang juga pemain biola, mendiang Suyono, yang berumur dua tahun lebih tua dari Idris. Mereka merupakan dua siswa berbakat di SMIND.

Pada 1952 juga, dalam orkes siswa SMIND, yang dipimpin oleh Nicolai Varvolomejeff, Idris menjadi concert master. Ia duduk berdampingan dengan Suyono. Idris belajar dari dua guru biola. Pertama, di Yogyakarta, pada 1952-1954, guru biolanya adalah George Setet. Kedua, di Jakarta, setelah 1954, guru biolanya adalah Henri Tordasi. Para guru tersebut berasal dari Hongaria.

BACA JUGA:   Pete-pete Tertimpa Pohon, Innalillah Seorang Ibu Meninggal Dunia

Ketika M Sardi meninggal dunia, Idris, yang barus berusia 16 tahun, menggantikan kedudukan ayahnya sebagai violis pertama dalam Orkes RRI Studio Jakarta, yang dipimpin oleh Saiful Bahri. Pada 1960-an, Idris bergeser dari musik biola “serius” Jascha Heifetz ke musik biola komersial Helmut Zackarias.

Dalam kariernya, sejumlah penghargaan telah diraih oleh Idris. Contohnya, ia dianugerahi tiga piala Citra sebagai penata musik terbaik berkat karyanya dalam film-film Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), dan Doea Tanda Mata (1985).

Dalam kehidupan pribadinya, Idris menikah tiga kali. Pertama, dengan Zerlita. Dari Zerlita, ia mendapat dua anak, Santi (44) dan Lukman. Santi pernah terkenal sebagai penyanyi dan artis peran cilik pada era 1970-an. Lukman sampai sekarang merupakan salah seorang artis peran terdepan di Tanah Air.

BACA JUGA:   Guru Sabar Asal Bulukumba Meninggal Saat Mengajar di SMK Nunukan

Perkawinan Idris dengan Zerlita berakhir. Idris kemudian menikah lagi, dengan Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno, yang sebagai vokalis dan artis peran terkenal dengan nama Marini. Dengan Marini, Idris tak punya anak. Mereka kemudian juga bercerai. Sesudah itu, Idris menikah lagi, dengan Ratih Putri, dan mereka tidak punya anak.

(wikipedia/Twitter).

3 Komentar

  1. This cool electronic gadget is available at amazon. The TGS-813 is
    basically a sintered type of semiconductor primarily made up of tin dioxide (Sn – O2).
    When ecigs originally came out, they tasted unpleasant
    and were hard to deal with.

  2. Hurrah, that’s what I was looking for, what a material!
    existing here at this blog, thanks admin of this web page.

Komentar ditutup.