Kurun waktu dua tahun, smartphone bisa deteksi kanker

1030 views

BERITABULUKUMBA.COM,- Metode pendeteksi kanker saat ini terbilang mahal yang berimbas pada banyaknya korban kanker yang meninggal. Kanker merupakan satu penyakit paling mematikan yang membunuh secara “senyap”.

Saat ini sejumlah ilmuan sedang mengembangkan teknologi pendeteksi kanker via smartphone. Ponsel pintar ini rencananya akan mendeteksi kanker lewat hembusan nafas.

Selama ini mendeteksi kanker melalui jalur medis yang membutuhkan biaya tak murah. Para ahli di Universitas Cambridge menciptakan Breathalyser yang mana mampu mendeteksi kanker melalui nafas.

Kabar ini tentu jadi angin segar bagi siapa saja yang ingin lakukan check-up terkait penyakit tersebut setelah Breathalyser terbukti bekerja. Tak puas dengan prestasi Breathalyser, mereka lakukan inovasi untuk benamkan ke alat yang lebih mini.

Smartphone dikaji yang diprediksi memakan waktu dua tahun dalam pengembangan. Melirik sejumlah investor guna langkah investasi, Breathalyser bisa diakomodir dalam perangkat genggam mandiri atau melekat ke ponsel.

Adapun cara kerja alat ini cukup sederhana. Breathalyser hadir dalam sebuah chip yang ditanamkan ke ponsel. Lalu, sensor akan memindai hembusan nafas pengguna tatkala proses check-up. Jika terdeteksi (kanker), maka muncul pesan notifikasi.

Akan tetapi para dokter berujar jika alat ini hanya sekadar mendeteksi atau peringatan diri. Langkah selanjutnya tentu saja adalah konsultasi lebih lanjut ke dokter terkait. Jadi, semua kembali ke pengguna.

Alat pendeteksi Kanker Breathalyser Smartphone