Kampanye Anti Perampasan Tanah Kecam Lonsum Bulukumba

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

MAKASSAR, BB – PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba diduga masih menguasai tanah rakyat di empat desa, yakni Bonto Baji, Tomatto, Malleleng dan Bonto Biraeng.

Demikian hasil temuan Tim International Fact Finding Mission (IFFM) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dipaparkan pada Kampanye Anti Perampasan Tanah, di Benteng Roterdam, Makassar, Selasa 26 Maret 2013.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Jenderal Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Indonesia, Rahmat mengatakan akan terus memperjuangkan agar pemerintah Indonesia melakukan tindakan untuk mengembalikan tanah yang dirampas PT Lonsum dari rakyat Bulukumba.

BACA JUGA:   PT Lonsum Berpotensi Jadi Penyumbang Pengangguran di Bulukumba

“Kami menuntut supaya pemerintah segera melaksanakan program reforma agraria sejati dengan sebenar-benarnya dan menguntungkan rakyat yang haknya terampas di Bulukumba,”katanya.

Kampanye Anti Monopoli dan Perampasan Tanah ini mengecam tindakan perampasan tanah rakyat. Kegiatan ini digelar oleh gabungan organisasi masyarakat, lembaga mahasiswa, pemuda dan lembaga lain tergabung dalam Sekertariat Bersama (Sekber) Perjuangan Rakyat Sulsel.

Sebut saja diantaranya FPR Bulukumba, AGRA Sulsel, Walhi Sulsel, LBH Makassar, KPJ, Kontras Sulawesi, Jurnal Celebes, LP3M, LAW Unhas, Fosis UMI, Dan sejumlah organisasi kemasyarakatan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sulsel.

Sekber Perjuangan Rakyat Sulsel – Foto Agung

Hadir juga pada kampanye ini pembicara dari India, Prof RK Ranjan dan sejumlah perwakilan warga Kajang yang tanahnya masih dikuasai PT Lonsum.

BACA JUGA:   AGRA Bulukumba Tolak HGU PT. Lonsum Diperpanjang

Laporan: Yahya

1 Komentar

  1. dari dulu kami demo.. tak ada yg dengr.. sebaiknya memang Lonsum Diusir dari Bulukumba. semua lahan dikembaikan ke rakyat dan Pemda.

Komentar ditutup.