Pusaran kasus korupsi PDAM Makassar "mengalir" ke wartawan?

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

MAKASSAR,BB – Mantan walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PDAM Makassar Rabu, 7 Mei 2014 lalu, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini muncul isu bahwa aliran dana kasus ini juga “mengalir” ke sejumlah wartawan.

Isu soal dugaan aliran dana ke sejumlah wartawan telah terhembus tahun 2007 lalu. Kasus ini diduga melibatkan jurnalis senior dari media lokal dan nasional. Dugaan ini dipertegas oleh pernyataan Direktur Eksektif Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah agar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ‘bernyanyi’ dan membongkar siapa saja yang terlibat. “Sebenarnya kasus PDAM ini banyak sekali jenisnya dan totalnya bisa mencapai ratusan milyar rupiah,”katanya dilansir dari Antara.

BACA JUGA:   KPK geledah kantor PDAM Kota Makassar

“Bahkan pernah pemeriksaan dilakukan pada malam hari kala wartawan sudah tidak memantau. Kasus ini kemudian menjadi aneh, karena Ridwan berhasil dipecat oleh Ilham sebagai Dirut PDAM atas rekomendansi badan pengawas karena tuduhan tersebut,” tambahnya.

Keterlibatan oknum wartawan pada kasus korupsi PDAM pernah menghebohkan tahun 2007. Kubu jurnalis Makassar saat itu dikabarkan terbelah. Salah seorang jurnalis sempat menggelar aksi tunggal 15 Desember 2007. Aksi itu seakan megingatkan agar jurnalis selalu menjaga independen. Terutama bagi anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Makassar.

Kasus korupsi PDAM kini terkuak di KPK. Kehebohan pusaran dana kasus korupsi ini bahkan hoboh di perbincangkan para jurnalis. Di sosial media bahkan beredar daftar nama-nama jurnalis dan media yang menerima sogokan kasus PDAM. Belum diketahui kebenaran info tersebut namun jumlah total dana yang diduga mengalir ke sebelas jurnalis mencapai Rp 1,626 Miliar.

BACA JUGA:   KPK geledah kantor PDAM Kota Makassar

Laporan: cr18/Jhe