Profil Dorothy Hodgkin

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Dorothy Hodgkin, perempuan peraih nobel kimia di Google Doodle. Berikut profil dan biodata lengkap Dorothy Hodgkin, ilmuan perempuan Mesir yang sukses meraih nobel bidang kimia. Meski lahir di Kairo, Mesir, namun Dorothy Hodgkin besar dan menuntut ilmu di Inggris.

Ilmuwati ini giat melakukan penelitian dalam bidang bidang kristalografi antara tahun 1936-1977. Berkat keuletannya pada masa itu, tepatnya tahun 1964, Dorothy Hodgkin menerima penghargaan Nobel Kimia. Penelitian yang sangat bermanfaat hingga saat ini adalah menerawang struktur vitamin B12 dan molekul-molekul kompleks lainnya, termasuk penisilin dan insulin dengan menggunakan sinar X.

Bacaan Lainnya

Dorothy Crowfoot Hodgkin memang hidup di tengah komunitas elite akademis Inggris. Ayahnya bekerja sebagai Egyptian Education Service di Kairo Mesir. Sedangkan ibunya seorang pecinta tumbuh-tumbuhan. Awal mula mengenal Kimia, kala  Dorothy Crowfoot Hodgkin masih berusia 10 tahun. Maklum masa itu, banyak orang kaya gemar dengan ilmu kimia, arkeologi, dan geologi.

Dorothy Hodgkin 104 bylongferrycouk

Setamat dari Somerville College, Oxford, Dorothy kemudian menggeluti dunia kimia di labolatorium sinar X kristalografi di Cambridge University. Ia dan J.D Bernal lalu mengaplikasikan difraksi sinar X pada kristal protein, pepsin. Ia saat itu menyatakana hasil penelitian bahwa untuk mempelajari kristal protrein, maka kristal tersebut haruslah dipelajari di dalam larutan asalnya dan buka dikeringkan seperti umumnya pada saat itu karena kristal protein kering menghasilkan pola difraksi yang susah ditafsirkan. Metode ini kemudian menjadi strndar dalam mempelajari struktur biomolekul dengan sinar X.

Seusai Perang Dunia II, para dokter mulai kehabisan penisilin, antibiotika yang pada saat itu hanya diperoleh dengan cara tradisional, yaitu bertanam jamur. Dengan bersenjatakan sinar X, Dorothy berhasil menentukan struktur penisilin yang memungkinkan antibiotika ini diproduksi secara sintesis dengan sekala besar. Ia menggunakan metode kristal isomorf, yaitu kristal yang salah satu atomnya diganti dengan atom yang lebih berat. Atom berat ini akan menghamburkan sinar X yang lebih kuat dari pada atom molekul protein itu sendiri. Dengan mendifraksikan sinar X pada beberapa kristal ismorof yang posisi penggantian atom beratnya berbeda-beda, maka informasi dari beberapa gambar difraksi sinar X yang terkumpul dapat disatukan untuk menentukan struktur molekul yang sebenarnya.

Pada 1937, Dorothy menikah dengan Dr. Thomson Hodgkin, pemenang Nobel Kedokteran, Dorothy dan Thomson dianugerahi dua putra dan seorang putri. Setelah menjalani hidup yang begitu sibuk dan menentukan struktur molekul penisilin, insulin, vitamin B-12, dan banyak protein lainnya, aktivitasnya dihentikan total dengan serangan stroke 1994. Kini Google memperingati kelahiran ke-104 tahun Dorothy Hodgkin melalui Google Doodle, 12 Mei 2014.

Laporan: cr18/Jhe – foto wp.com, int