Soal isu komisioner KPU Bulukumba dipecat, tunggu putusan DKPP

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Isu pemecatan lima komisioner KPU Bulukumba, Sulsel, senter dibicarakan pasca sidang perdana Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jumat 16 Mei 2014. Anggota majelis sidang kode etik KPU Bulukumba Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Laode Arumahi mengatakan, keputusannya paling lambat 14 hari setelah sidang digelar.

Sidang kode etik KPUD Bulukumba Jumat 16 Mei 2014 silam, dipimpin oleh Ketua Majelis Sidang Nelson Simanjuntak serta empat anggota, yakni Anwar Borahima, Laode Husain, Laode Arumahi, dan Faisal Amir. Nelson memimpin sidang melalui telekonferensi layar dari kantor Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan.

Seperti dilansir situs resmi DKPP, perkara ini di adukan oleh Harbit Manika, caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan Teradu adalah Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bulukumba, yakni Sudirijaya, Azikin Patedduri, Ambar Rusnita, Awaluddin, dan Ahmad Zaenal.

“Banyak keanehan dalam Pemilu Legislatif di Bulukumba. Salah satunya permainan penggelembungan suara. Ini awalnya hanya berupa isu. Tapi setelah salah satu kotak suara di satu desa dibuka, isu itu terbukti. 99 persen rekapan Panwascam dengan PPK berbeda. Oleh karena itu, Panwaslu menegaskan, tidak akan ada rekapitulasi jika tanpa membuka C 1 Plano,” terang Harbit saat menyampaikan pokok pengaduannya.

BACA JUGA:   KPU Bulukumba tugaskan KPPS koreksi undangan salah cetak

Namun, Ketua KPU Bulukumba Sudirijaya punya alasan mengapa tidak menindaklanjuti rekomendasi Panwaslu. Menurutnya, sudah ada perbaikan dan koreksi atas perbedaan angka sebelum rekomendasi itu disampaikan. Hal-hal lain juga sudah ditindaklanjuti bersama Panwaslu.

“Untuk penghitungan ulang surat suara, itu sudah dilakukan. Disaksikan oleh PPK dan Panwascam. Memang ada kejanggalan berupa perubahan suara di satu desa. Ada corat-coret di surat suara,” jawab Sudirijaya.

Laporan: cr19/MJ

  • Whatsapp