Hasil debat capres, pengamat terpecah tiga

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Hasil debat calon presiden membuat pengamat politik terpecah tiga. Sebagian menyebut Pasangan Prabowo-Hatta menang, yang lain juga mengandalkan Jokowi-JK. Lalu pengamat ketiga lebih memilih netral alias menanggapi keduanya sama-sama memiliki kelebihan masing-masing.

Hasil debat capres dan cawapres putaran pertama yang digelar Senin 9 Juni 2014 memang menimbulakan banyak spekulasi. Pemenang debat juga beragam tanggapan dari masyarakat, tim sukses dan pengamat politik. Baik masyarakat dan tim sukses masing-masing mengandalkan calon yang diusung. Namun bagaimana hasil debat capres di mata pengamat politik?

Bacaan Lainnya

Analis politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menyebut Prabowo unggul tipis 1-0 atas Jokowi-JK pada debat capres putaran pertama. Namun, menurutnya itu pada hal penguasaan panggung. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Heri Budianto menilai jawaban-jawaban yang disampaikan oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkesan normatif, Sedangkan jawaban yang disampaikan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai lebih solutif.

BACA JUGA:   KPU ogah tanggapi pemilu ulang

“Saya melihat Jokowi-JK lebih bisa memberikan jalan keliar terhadap persoalan-persoalan yang berkaitan dengan tema debat, sedangkan Prabowo-Hatta lebih terkesan normatif karena seringkali menjawab dengan retorika,” kata Heri . Secara umum menurut Heri kedua pasangan capres masih imbang di debat putaran pertama.

Taufik Baharudin, pengamat politik di TVOne menyebut ada perbedaan mendasar antara gaya kepemimpinan Prabowo dan Jokowi. Prabowo, dinilainya merupakan tipe leader sementara Jokowi dinilainya sebagai tipe manajerial.

“Kita lihat kan tadi Pak Prabowo berbicara di tataran makro dengan konsep-konsep, sementara Pak Jokowi dengan gayanya berbicara di tataran pelaksanaan. Pak Jokowi ini merupakan tipe manajer, dengan gayanya dia lebih people oriented dia seorang manajer. Sekarang pilihan tergantung ada pada masyarakat mau pilih tipe leader atau manajer?” katanya.

BACA JUGA:   Teka-teki siapa cawapres Jokowi terjawab, dia Pak JK

Hal hampir sama dikatakan Gugun Heriyanto di Metro TV. Menurutnya ada gaya yang berbeda ketika masing-masing capres dihadapkan pada persoalan yang sama. Sebagai contoh dalam hal implementasi demokrasi. Keduanya menjelaskan implentasi demokrasi secara mikro. Prabowo menjelaskan dengan demokrasi participatory serta Jokowi dengan blusukan, mendengar dan transparansi rekrutmen.

Ketua Tim Kampanye Nasional Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa,Mahfud MD, mengaku cukup puas dengan acara Debat Kandidat Calon Presiden-Calon Wakil Presiden malam kemarin. Mahfud berpendapat Prabowo-Hatta tampil baik dan mampu mengungguli penampilan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Secara keseluruhan kami menang. 1-0,” kata Mahfud ditemui seusai acara.

BACA JUGA:   Klarifikasi iklan fitnah, Jokowi naik haji 2003

Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida dengan jujur mengakui bahwa debat pertama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) hampir mutlak milik Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
“Semua babak dalam debat capres/cawapres malam ini,  termasuk kalau jujur diakui, hampir mutlak miliki Jokowi-JK,” kata Laode dilansir SP di Jakarta. Laode mengatakan, dirinya tidak tahu apakah scara kebetulan atau bagimana, sebagian yang dibahas atau dijelaskan oleh JK sama seperti yang diskusikan tadi pagi dengan sejumlah tokoh dari Indonesia Timur.

“Mungkin bagian dari hikmah atas terbukanya pintu kediaman dan ketulusan hati Pak JK dalam menerima para jaringan tokoh dari Kawan Timur Indonesia (KTI),” katanya.

Pos terkait