Sidang Itsbat awal puasa Ramadan digelar 3 sesi

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Sidang Isbat penentuan 1 Ramadhan 1435 Hijriyah akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Sidang itsbat (penetapan) awal Ramadlan 1435H yang digelar pada Jumat (27/06) akan dilakukan dalam tiga sesi di tiga tempat (ruangan) yang berbeda di Gedung Kementerian Agama.

Penegasan ini disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Zubaidi, Jakarta, Selasa (24/06) seperti diberitakan situs resmi Kemenag. Menurut Zubaidi, pertemuan yang mengundang seluruh perwakilan ormas Islam ini akan diawali dengan sessi pra sidang itsbat yang dijadwalkan berlangsung dari jam 16:00 – 17:45 WIB. “Sidang dimulai dengan sessi pemaparan mengenai posisi hilal di Indonesia secara astronomis pada hari itu yang akan disampaikan oleh Prof. Thomas Djamaludin (LAPAN) dan Cecep Nurwendaya (Badan Hisab Rukyat),” terang Zubaidi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Awal Puasa Ramadhan di Sumut 10 Juli 2013

“Sessi pra sidang ini diakhiri dengan makan malam dan Shalat Magrib. Media dipersilahkan untuk mengikuti, meliput dan menyiarkan sessi ini kepada masyarakat,” tambahnya.

Sessi kedua adalah pelaporan dan pembahasan hasil rukyatul hilal yang rencanya akan dimulai dari jam 18:30 sampai 19:30 WIB. Dikatakan Zubaidi, selepas Magrib berjamaah, sidang itsbat dilakukan dengan mendengarkan laporan hasil rukyatul hilal dari para anggota Tim Hisab-Rukyat Kementerian Agama yang melakukan pemantauan hilal di berbagai titik lokasi pengamatan dari seluruh Indonesia. Setelah mendengarkan laporan, lanjut Zubaidi, sidang dilanjutkan dengan pembahasan hasil rukyatul hilal untuk mengambil keputusan.

Menurut Zubaidi, sessi kedua ini dilakukan secara tertutup. “Memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat, sessi pelaporan dan pembahasan hasil rukyatul hilal dilakukan secara tertutup,” kata Zubaidi.

BACA JUGA:   Razia PSK jelang Ramadhan, 9 ditangkap Satpol PP

Zubaidi menjelaskan bahwa pembahasan dalam proses sidang menyangkut hal yang sangat teknis terkait penentuan awal bulan, ilmu perbintangan, dan teknis hisab-rukyat yang belum tentu bisa dipahami secara mudah oleh masyarakat, apalagi jika tidak mengikutinya secara utuh. Hal itu dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Sessi ketiga adalah konferensi pers pasca sidang itsbat yang rencananya dimulai pada jam 19:30 WIB. Menurut Zubaidi, keputusan yang disepakati dalam sidang itsbat akan disampaikan secara luas kepada masyarakat oleh Menteri Agama, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, didampingi Sekjen Kementerian Agma dan Dirjen Bimas Islam.

“Media massa, baik cetak, online, maupun elektronik dimohon bisa meliput dan menyiarkan hasil sidang itsbat tersebut kepada masyarakat,” tegas Zubaidi.

BACA JUGA:   Keutamaan dan Tanda Malam Lailatul Qadar bulan Ramadhan

Sebagai wahana sosialisasi dan edukasi bagi kepada masyarakat, Kementerian Agama juga akan menyelenggarakan lokakarya penentuan awal Ramadlan 1435H pada 25 – 26 Juni 2014 di Jakarta. Lokakarya ini menghadirkan para pakar hisab-rukyat dan astronomi.