Kapolres Dinilai Lamban Tangani Kasus Alkes

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA, BB – Penyelesaian kasus dugaan korupsi dana alat Kesehatan ( Alkes)  tahun 2011 di lingkup Dinas kesehatan Bulukumba, dinilai lamban oleh Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat (Laskar) Bulukumba.

Kasus tersebut masih berproses di Polres Bulukumba meski penyidik telah menetapkan satu orang tersangka. Bahkan kasus ini telah ditangani oleh dua kasat Reskrim, namun belum juga dipengadilankan.

Bacaan Lainnya

“Kami mendesak Kapolda Sulsel, segara mengevaluasi kinerja Kapolres Bulukumba terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Bulukumba senilai Rp20 miliar,”kata Kordinator Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat ( Laskar) Bulukumba, Selasa 20 April 2013.

BACA JUGA:   Polisi Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jembatan Bialo: Sudah Beberapa Orang Kita Panggil

Dugaan korupsi pengadaan alkes Rp20 miliar tahun 2011 yang melibatkan pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba,  sepertinya masih terus bergulir di Polres Bulukumba, sehingga wajar jika masyarakat menilai polisi lambat dalam menangani kasus itu, bahkan terkesan menutup-nutupi kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara.

Andi Aswar memberi bukti, hingga saat ini  belum ada tersangka yang ditahan, padahal dalam KUHP pasal 21 syarat penahan seorang tersangka sangat jelas yakni ditakutkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatannya kembali.

Kasus sama pada dugaan gratifikasi  Kadis Kesehatan Bulukumba sebesar Rp50 juta sampai hari ini belum disentuh pihak kepolisian Bulukumba. Dugaan gratifikasi dalam kasus ini  sudah sangat jelas. Menurutnya Kadis  telah  mengembalikan uang  sebsar Rp50 juta. Itu artinya, sudah sangat jelas dalam kasus Alkes tahun 2011 bemasalah.

BACA JUGA:   Polisi Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jembatan Bialo: Sudah Beberapa Orang Kita Panggil

Aswar mendesak Kapolres Bulukumba untuk segera mundur dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan kasus Alkes sebesar Rp20 milir tahun 2011 dan dugaan gratifikasi kepala dinas Kesehatan sebesar Rp50 juta.

Hingga saat ini jurnalis BeritaBulukumbacom sedang berusaha melakukan konfirmasi dengan Kapolres Bulukumba, AKBP Jafar Sodiq, soal penanganan kasus tersebut.

Laporan: SL/Edy