Seruan FPR untuk Pemilu Presiden 2014

oleh

Jelang Pilpres 2014 yang tinggal menghitung jam, Pront Perjuangan Rakyat (PFR) Bulukumba menyerukan anti penindasan rakyat. Berikut Pernyataan Sikap FRONT PERJUANGAN RAKYAT BULUKUMBA (FPR Bulukumba).

KEPADA SELURUH RAKYAT INDONESIA: Jangan Pilih Calon Presiden Penindas Rakyat Yang Siap Sedia Melanjutkan Penindasan dan Penghisapan 10 tahun dibawah Presiden SBY !!! Salam Demokrasi !!! Front Perjuangan Rakyat Bulukumba (FPR Bulukumba) mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Bulukumba, kami berharap semua perjuangan rakyat hari ini dapat dipahami dan tidak dianggap sebagai pengganggu ketenangan dalam beribadah.

Loading...

Juga kami berharap dan menyerukan agar perbedaan agama dan ras tidak dijadikan dasar untuk meruncingkan pertentangan di tengah rakyat. Penindasan dan penghisapan yang dirasakan rakyat selama 10 tahun dibawah pemerintahan SBY telah lebih dari cukup. 10 tahun hampir saja membuat rakyat kehilangan seluruh hasil Gerakan Rakyat, Mei 1998.

Rakyat semakin kehilangan syarat hidup secara ekonomi, kebebasan politik dan mengalami kemerosotan kebudayaan. Sebagai bangsa, Indonesia hampir kehilangan seluruh kedaulatannya setelah lahirnya berbagai perjanjian bilateral ekonomi, politik dan militer dengan negeri maju. Puncaknya adalah “Perjanjian Bilateral Komprehensif Indonesia-Amerika 2010.” Ekonomi indonesia semakin berada dibawah dominasi asing melalui instrumen utang dan investasi. Indonesia telah menjadi front kedua perang anti-teror dan penyebar paling aktif “nilai dan demokrasi Amerika Serikat” di regional.

Calon presiden yang berjanji melanjutkan “program dan capaian” selama 10 tahun pemerintahan SBY, betapa pun kerasnya meneriakkan slogan nasionalisme, sesungguhnya hanya meneruskan penindasan dan penghisapan atas rakyat dan merampas kedaulatan bangsa Indonesia. Dia sama seklai tidak nasionalis, apalagi patriotis.

Rakyat telah berusaha memperoleh kebebasan melalui gerakan penggulingan Suharto atau Gerakan Rakyat Mei 1998. Sekalipun hampir seluruh hasil gerakan tersebut telah dirampas oleh rezim sebelumnya, lebih-lebih selama 10 tahun pemerintahan SBY, rakyat masih dapat mempertahankan sedikit kebebasannya untuk membentuk organisasi, serta melancarkan tuntutannya untuk memperbaiki nasib dan bahkan membuat partai politik yang hampir mustahil dilakukan di bawah Suharto.

Untuk memperoleh kebebasan dengan menggulingkan Suharto, penindasan yang telah dialami oleh rakyat sangat luar biasa besar dan kerasnya. Sejak awal berdiri Orde Baru hingga 1998, tidak sedikit jiwa yang hilang, korban luka, dipenjara, diculik dan tidak terhitung intimidasi dan teror. Puncaknya penculikan aktivis pro-demokrasi tahun 1998 dalam usaha menggagalkan gerakan rakyat, menggulingkan Suharto. Sangat memprihatinkan, orang yang terlibat secara langsung dalam berbagai penindasan merampas kebebasan rakyat dan puncaknya penculikan aktivis dapat menjadi calon presiden dan bahkan bukan mustahil menjadi presiden. Kami jelas menentang orang semacam itu dipilih menjadi Presiden, karena sama dengan mengkhianati dan menyia-nyiakan pengorbanan rakyat dan para aktivis yang telah membayar dengan sangat mahal atas “sedikit kebebasan” yang sekarang masih dinikmati rakyat.

Tidak ada organisasi buruh lain yang bisa dibuat kecuali SPSI, tidak ada organisasi tani lain yang bisa dibuat kecuali HKTI, tidak ada Partai Politik yang bisa dibuat tanpa restu dan, bagi rakyat tidak ada demonstrasi tanpa tank dan gas air mata. Kebebasan yang ada ditangan rakyat saat ini sekalipun sangat terbatas, akan tetapi sangat mahal harganya. Kaum tani, buruh, profesional dan kaum tertindas lainnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki kehidupannya tanpa kebebasan ini. Kami tidak akan melepaskan begitu saja “kebebasan” ini bahkan akan terus berusaha untuk mengembangkannya.

Kita tidak boleh membiarkan penindas gerakan rakyat Mei 1998 menjadi presiden, dan akan dengan mudah merampas seluruh kebebasan yang kita punya. Sangat memprihatinkan melihat dukungan yang besar diberikan oleh berbagai pihak kepada calon presiden yang jelas-jelas telah mencatatkan dirinya sebagai penindas dan penghisap utama saat ini. Akan tetapi, kami pun menyadari sepenuhnya masih banyak organisasi massa, politisi baik, intelektual baik dan bahkan buruh dan tani yang larut dalam kebimbangan atau terpaksa berada di belakang calon presiden penindas dan penghisap itu. Utamanya, karena dalam pemilu presiden 2014 ini tidak ada calon presiden yang betul-betul bisa mewakili rasa sakit dan bisa mengemban harapan rakyat.

Kami berharap dan menyerukan agar kaum tani, buruh, mahasiswa, profesional, organisasi massa yang masih mendukung calon presiden penindas dan penghisap rakyat tersebut, dapat mengekspresikan aspirasinya yang sejati. Yaitu menentang calon presiden penindas dan penghisap rakyat. Kami juga meminta agar seluruh gerakan anti calon presiden penindas rakyat dapat saling membantu dan mengkoordinasikan seluruh aksi dan kampanyenya, bila menyetujui inti seruan ini.

Apabila gerakan menyampaikan pendapat di muka umum ini dibatasi bahkan ditindas dengan teror, intimidasi, penangkapan, pengadilan dan apalagi dengan kekerasan, kami tidak memiliki pendapat lain kecuali semakin menebalkan keyakinan dan apabila calon presiden penindas rakyat berhasil menjadi presiden, maka begitulah wajah demokrasi Indonesia di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Demikian pernyataan sikap terbuka Front Perjuangan Rakyat Bulukumba (FPR Bulukumba) ini kami tujukan kepada seluruh rakyat Bulukumba, agar dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh rakyat Bulukumba sehingga menjadi perhatian yang serius dalam menentukan pilihannya untuk tidak memilih Calon Presiden Penindas Rakyat Yang Siap Sedia Melanjutkan Penindasan dan Penghisapan 10 tahun dibawah Presiden SBY. Kemerdekaan bukanlah hadiah melainkan hasil perjuangan !!! Jayalah Perjuangan Rakyat !!! Lawan Penindas Rakyat-Tegakkan Demokrasi Sejati !!! Bulukumba, 08 Juli 2014 Front Perjuangan Rakyat Bulukumba (FPR Bulukumba)

Rudy Tahas Koordinator

Loading...