Jadwal UN 2013 Molor, Pak Menteri Minta Maaf

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta maaf atas penundaan pelaksanaan UN 2013 SMA Sederajat di Sulsel dan 10 Provinsi lainnya.

Ke-11 provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan , Kalimantan Timur, Sulawewsi Utara, Sulawesi Tengah , Sulawesi Selatan , Sulawesi Tenggara , Bali , Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Bacaan Lainnya

“Kami dari kementerian meminta maaf atas segala persoalan teknis yang kita hadapi untuk menyelesaikan UN ini,” kata M Nuh saat jumpa pers di Gedung A Lantai 1, Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Minggu 14 April 2013.

BACA JUGA:   UN 2013 di Sulsel Tertunda, Ini jadwal Barunya

Mendikbud menjelaskan bahwa penyebab penundaan ini lantaran masalah teknis di percetakan. Dari enam perusahaan yang ditunjuk melakukan pencetakan naskah UN, satu diantaranya belum selesai melakukan penyiapan.

“Ada satu percetakan yang sekarang sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan yaitu percetakan Ghalia Indonesia Printing,” katanya.

Mendikbud menambahkan, pihaknya telah mengkomunikasikan perihal pengunduran jadwal ini UN kepada pihak dinas pendidikan untuk disampaikan ke sekolah dan ke peserta didik. Dia juga telah melakukan komunikasi kepada sejumlah gubernur yaitu Gubernur Bali, Gubernur Kalimantan Timur, dan Gubernur Sulawesi Selatan.

“Dan tentu saya jalin untuk sampaikan ke publik. Gubernur siap melaksanakan pergeseran dari jadwal semula,” katanya.

Sementara itu, 22 provinsi yang lain tetap melaksanakan UN sesuai jadwal karena untuk tiga zona yaitu Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur berbeda-beda soalnya.

BACA JUGA:   Pengumuman UN SMA di Makassar Sabtu 25 Mei 2013

Pihaknya juga telah menggandeng TNI AU untuk melakukan jadwal pengiriman naskah UN yang terlambat tersebut. “Ada 4 hercules, 1 foker, 1 boeing 737 yang sudah disiapkan , Panglima TNI AU, siap mendukung pengiriman ini. Setelah selesai pengepakan kita bawa ke lanud Halim sesuai jalur dan selesai dikirimkan,” katanya.

Direktur Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman mengatakan, penyebab keterlambatan pencetakan karena materi yang dicetak kompleks dan area percetakan terlalu penuh untuk menghimpun bahan materi tadi. “Untuk masuk ke amplop sudah selesai, tetapi untuk memasukkan ke boks kesulitan. Atas nama sendiri dan perusahaan memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini yang tidak diduga dan tidak ada niatan sedikitpun sengaja melakukan karena teknis di perusahaan dan menyebabkan keterlambatan finishing,” katanya.

BACA JUGA:   Jadwal Ujian Nasional SMA 13-15 April, pengumuman kelulusan 18 Mei 2015

Laporan: ASW/Iwan