Butet bela Florence Sihombing di FB

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BERITABULUKUMBA.COM,YOGYAKARTA – Hati-hatilah membuat status di sosial media seperti FB, Twitter atau BBM. Kasus Florence Sihombing yang diduga melanggar undang-undang ITE menjadi kontroversi.

Meski banyak yang mendukung agar Florence Sihombing ditahan. Adapula yang membela agar Florence Sihombing dibebaskan. Seniman asal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa lewat akun FB-nya sedikit membela. Ia menilai penahanan Florence kontraproduktif bahkan mencoreng citra kepolisian dan kearifan warga Yogya.

Bacaan Lainnya

” Ini SMSku kpd KAPOLDA DIY…sbg warga yogya yang mencintai kepolisian saya pengin mengingatkan, mbok Florence Sihombing dibebaskan aja. Penahanan ini bener2 kontraproduktif dan mencoreng citra kepolisian dan kearifan warga yogya. Sangat memalukan pak. Sungguh. “tulis Butet di FB-nya

BACA JUGA:   Heboh di FB, anak menangis modus kriminal

Pemilik akun Path Florence Sihombing dilaporkan ke polisi karena diduga menghina warga Jogja. Akun Path bernama Florence mengeluhkan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang panjang di SPBU Yogyakarta. “Gimana Indonesia bisa maju? Mau aja lo semua diperbudak keadaan. TOLOL sampai 7 generasi. Dan mau-maunya Jogja diperbudak monopoli Pertamina. Pantesan MISKIN”,tulis akun Florence.

Keluhan Florence lalu di-capture dan diunggah ke jejaring Twitter. Hal ini memancing reaksi publik yang tidak terima Florence menghina masyarakat Yogya. Florence pun dilaporkan ke pihak kepolisian akibat statusnya. Ia dijerat dengan pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal Kitab Undan-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dia terancam enam tahun penjara.

BACA JUGA:   Rahasia sukses beriklan di FB

Pasal yang dikenakan yakni 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1, pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008. Sementara untuk KUHP Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

  • Whatsapp