Punya fatsun politik, Mahfud MD tolak gabung di kabinet Jokowi-JK

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA, BB-, Mantan ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Mahfud MD melalui pernyataannya menolak untuk bergabung ke kabinet Jokowi-JK. Meskipun ada tawaran untuk menjadi menteri, Mahfud MD tetap menolaknya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Mahfud MD merupakan ketua tim koalisi Merah Putih yang mendukung Prabowo Subianto dalam pencalonannya sebagai presiden. Meskipun saat ini mahfud MD telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua tim koalisi Merah Putih, Mahfud mengaku masih berkomunikasi baik dengan Prabowo.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   [Video Metro TV] Mahfud MD akui kekalahan Prabowo-Hatta

Pada Minggu (31/8) kemarin Ketika ditanya seberapa besar peluang masuk dalam pemerintahan Jokowi periode 2014-2015, Mahfud MD secara tegas mengatakan “Nggak … nggak … nggak, pokoknya saya punya fatsun politik.”

Lantas apakah yang akan dilakukan Mahfud MD setelah pilpres yang memenangkan pasangan Jokowi-JK?

Seperti dikutip detik ternyata ia kembali menjadi civitas akademika. Ini bukan hal baru bagi Mahfud yang memang memiliki basis sangat kuat untuk hal ini. Mantan ketua MK ini mengakui, “Saya mengajar.”

“Selama saya di Jakarta sejak tahun 2000 (di era Gus Dur) jadi menteri itu saya mengajar. Sampai menjadi ketua MK (juga tetap) mengajar di banyak universitas. Nah sekarang setelah pilpres peluang saya untuk mengajar terbuka lagi.”

BACA JUGA:   Mahfud MD: Presiden Jokowi Tidak Harus Mundur

“Saat menjadi ketua MK saya mengajar di Undip (Universitas Diponegoro), UGM, UNS, UII Lampung. Nah sekarang kembali lagi (ke kegiatan) yang dulu, ada 12 universitas. Jadi kesibukan tidak berkurang,”ujarnya.

Sumber Foto: Int

  • Whatsapp