ISIS penggal wartawan AS, Presiden Prancis geram

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BERITABULUKUMBA.COM –  Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali merilis video yang menampakkan kekejamannya. Kali ini ISIS merilis video pemenggalan wartawam Amerika Serikat, Steven Sotloff.

Sotloff diketahui sebagai wartawan lepas dan menulis artikel bagi berbagai media ternama seperti Time, Foreign Policy dan sejumlah majalah lainnya. Sotloff dilaporkan diculik di Suriah pada bulan Agustus 2013 lalu.

Bacaan Lainnya

Aksi ISIS ini lantas saja membuat geram. Presiden Prancis Francis Hollande menyebut tindakan ISIS ini sebagai tindakan biadab. “Ini merupakan aksi biadab pasca pembunuhan wartawan James Foley, mengungkapkan sifat keji mereka (ISIS),” ujar Hollande dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (3/9/2014).

BACA JUGA:   Biadab, ISIS eksekusi relawan Inggris

Steven Sotloff dalam video tersebut menyatakan dirinya adalah korban kebijakan Presiden Barack Obama yang menginstruksikan serangan udara terhadap ISIS di Irak. Anggota militan dalam video itu menyatakan pemenggalan dilakukan karena kebijakan luar negeri AS yang dinilai arogan.

Reaksi marah juga datang dari Sekjen PBB Ban Ki Moon atas aksi keji ISIS ini. Sedangkan AS mengaku muak atas pembunuhan brutal warganya oleh ISIS, sembari intelijen AS berusaha memastikan bahwa video yang dirilis ISIS tersebut asli.

Sumber Foto: Reuters