Panselnas: Pelamar CPNS 2014 hanya bisa pilih satu instansi saja

  • Whatsapp

JAKARTA, BB – Peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2014 dipastikan hanya bisa memilih satu instansi saja. Hal ini di ungkapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Akan tetapi dalam satu instansi peserta boleh memilih maksimal tiga jabatan pada instansi yang sama. Apabila terdapat peserta yang melanggar ketentuan jumlah instansi, Panselnas tidak ragu-ragu akan membatalkan kelulusannya pada instansi-instansi yang dilamarnya.

Dikutip dari menpan.go.id, Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik mengatakan, peserta yang memaksakan diri seperti itu masuk ke kategori tidak jujur. Padahal CPNS disiapkan untuk menjadi aparatur yang jujur, sehingga sejak proses perekrutannya dimulai, peserta juga harus bertindak jujur.

BACA JUGA:   Mobil Toyota Agya dan Daihatsu Ayla Sudah Bisa Launching

Oleh sebab itu Herman mengajak semua pihak, khususnya generasi untuk mempersiapkan diri agar bisa menjadi CPNS yang bersih, profesional, dan melayani. Ditambahkan, apabila terindikasi ada ketidakjujuran, bukan saja pembatalan yang akan terjadi, tetapi kasus itu bisa masuk ke ranah hukum karena merupakan tindak pidana pemalsuan, sehingga akan ditangani oleh aparat penegak hukum, sesuai aturan hukum yang berlaku.

Dalam seleksi CPNS tahun 2014 ini, pendaftaran dilakukan secara single entry, sehingga setiap pelamar CPNS hanya melalui satu pintu, yakni panselnas.menpan.go.id. Selain itu, pelamar harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK), yang satu sama lain tidak ada yang sama. “Dengan cara itu, dipastikan seorang pelamar hanya bisa mendaftar di satu instansi. Kalau memaksakan diri mendaftarkan di dua instansi atau lebih, otomatis akan terdeteksi oleh sistem yang telah dibangun Panselnas,” imbuh Herman.

BACA JUGA:   Pemain Mahabharata akhirnya tiba di Indonesia

Salah satu alasan pelamar hanya boleh melamar di satu instansi, karena tahun lalu banyak pelamar yang diterima di lebih dari satu instansi. Tahun lalu, mereka masih boleh memilih instansi yang disukainya, namun hal itu berakibat banyak formasi yang kosong karena ditinggal. Kejadian itu juga menimbulkan rasa ketidakadilan bagi pelamar lain. (sumber: menpan.go.id)

Pos terkait