Ini dampak Pilkada oleh DPRD menurut pemerhati politik

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BERITABULUKUMBA.COM,MAKASSAR – Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD kembali mencuat. Bahkan rencana itu akan diamini anggota DPR RI.

Menurut pemerhati politik dari Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, jika Pilkada daerah dikembalikan ke DPRD maka akan memiliki dampak negatif. Diantaranya berdampak pada 4 hal hak konstitusi rakyat dikebiri.

Bacaan Lainnya

Alasan Suwadi, karena rakyat tak dilibatkan lagi untuk memilih pemimpinnya di daerah . Hal itu lanjutnya, bisa membuat politisi korup yang melenggang mulus karena tak dikawal oleh rakyat

BACA JUGA:   Besok, Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Kota Tegal

Dampak lainnya pada parpol kecil yang sangat dirugikan. Parpol kecil ini semakin susah meloloskan kadernya menjadi kepala daerah karena perolehan kursinya di DPRD yang minim.

Ketiga kesempatan setiap warga negara untuk menjadi kepala daerah otomatis tertutup sebab tidak mungkin parpol mengusung diluar kader dan pengusaha yang dekat dengan parpol tersebut. Keempat demokrasi yang telah berjalan dengan baik akan mundur lagi sebab akan menggunakan sistem lama yang cendrung melahirkan diktator-diktator yang membatasi suara rakyat dalam menilai kinerja kepala daerah

“Untuk pilkada daerah harus tetap pilkada langsung agar proses keadilan lebih terbuka dan transparansi serta sejalan dengan sistem demokrasi yang telah melahirkan pemimpin pemimpin bangsa yang berkompoten,”tutup Suwadi dalam Press Release kepada BeritaBulukumba.com, Sabtu 6 September 2014.

Pos terkait