Porda Bantaeng 2014 gagal di mata jurnalis

oleh

BERITABULUKUMBA.COM,BANTAENG – Penutupan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel XV di Kabupaten rencananya dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang di Lapangan Pantai Seruni Selasa 16 September 2014. Sejumlah kontingen dari berbagai daerah dikabarkan pulang lebih awal sebelum penutupan.

Sementara itu, Penutupan pesta olahraga terbesar di Sulsel itu tak menarik bagi warga dari luar Kota Bantaeng. Selain artis penghibur yang tidak familiar dengan era sekarang, penyebabbya juga lantaran sejumlah kontingen kecewa dengan pelaksanaan event empat tahunan itu. Seperti diketahui, pelaksanaan Porda XV kerap menimbulkan kericuhan di lapangan terutama di arena Sepakbola .

Catatan BeritaBulukumba.com, empat kericuhan besar terjadi di Lapangan Sepakbola. Insiden terparah saat laga perebutan tempat ketiga antara Gowa-Takalar yang harus dihentikan demi keamanan wasit. Demikian juga laga Gowa vs Bone di babak 8 besar yang terlibat adu jotos. Untungnya aparat kepolisian mengamankan wasit ke rumah warga.

Bukan cuma itu, kericuhan dan protes hampir terjadi di setiap cabang olahraga. Seperti Futsal, Pencak Silat, Renang dan Catur.

Pada bagian informasi yang dimotori tim Media Center kerap merilis informasi data perolehan medali yang tidak akurat. Hal ini membuat pemberitaan beberapa kontributor media terutama media elektronik Tv dan online kecewa. “Ini pelaksanaan Porda paling amburadul,”kata Diva, salah seorang jurnalis senior yang meliput selama Porda di Bantaeng.

Selain itu, PORDA Bantaeng kerap tidak sinkron dengan media pemberitaan. “Bagian pemberitaan Media Center Porda kali ini buruk dibanding Porda Pangkep Komputer saja jadul dan jaringan lambat loading,”kata Diva.

Laporan: cr18/Jhe/NU