Gawat, Kelangkaan Solar Menjalar Hingga Bali

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JEMBRANA,BB – Sejak Minggu 21 April lalu sejumlah SPBU dipenuhi antrian kendaraan bermotor, utamanya yang menggunakan solar sebagai bahan bakar di sejumlah SPBU di Jembrana, Bali.

Antrian panjang itu dipicu oleh stok solar di sejumlah SPBU habis, sehingga menibulkan keluhan para sopir AKDP dan Truk pengangkut barang.

Bacaan Lainnya

Sekertaris Senkom Mitra Polri Provinsi Bali, Ichwan Hadi melalui Gateway Senkom melaporkan kelangkaan BBM, utamanya  solar yang terjadi hampir di seluruh SPBU di kabupaten Jembrana disebabkan oleh terlambatnya suplay BBM dari pulau Jawa, dan makin diperparah lagi dengan eksodusnya supir truck mencari solar hingga ke pulau Bali.

“Ini merupakan kejadian yang langka di pulau Bali, terlebih selama ini pemerintah selalu memberikan prioritas utama untuk daerah ini, pemerintah selalu menjaga stabilnya stok BBM di wilayah ini mengingat provinsi Bali merupakan wilayah dengan segudang aktifitas berskala Internasional, sehingga sedapat mungkin kelangkaan BBM di wilayah ini diantisipasi agar tidak menjadi sorotan dunia,”kata Ichwan Hadi.

Akibat kehabisan stok solar, para sopir truck dan AKDP terpaksa harus rela menunggu berjam jam di SPBU untuk menanti kedatangan solar dari Pertamina. Kelangkaan Solar merata terjadi dari Melaya sampai Negara.

“Memang di pulau Jawa saat ini juga terjadi kelangkaan solar, sehingga banyak sopir truck yang eksodus ke pulau Bali untuk mencari solar, akibatnya kelangkaan di Pulau Bali ini tidak dapat diantisipasi, ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu,” lanjut Bali 3C, call sign dari Ichwan Hadi.

Manajer Operasional SPBU 54.822.13, Jembrana, Gst Putu Sudiasa yang dikutip dari beritabali.com mengatakan, meningkatnya permintaan solar beberapa hari ini menjadi penyebab  habisnya stok solar di sejumlah SPBU.

“Permintaan solar meningkat karena terjadinya kelangkaan solar di pulau Jawa, banyak sopir truck lari ke Bali mencari solar karena sulit menemukan solar di pulau Jawa, ini imbas kelangkaan solar di Pulau Jawa yang terjadi sejak sebulan lalu, sebenarnya provinsi Bali memiliki stok solar yang cukup, namun karena banyak permintaan solar dari luar Bali, sehingga stok solar sebanyak 8-16 ton liter yang biasanya habis 24 jam, kini hanya 12 jam,”kata Putu Sudiasa.

Laporan:  R4/Heril