Korban asmara di FB, anak gadis ini hamil

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Pemuda ini sukses dengan rayuan maut yang diobral di Facebook (FB). Rayuan maut PD (18) berbuah janin di perut WT (17). Memang perkenalan keduanya berawal dari pertemanan FB.

Kemudian menjalin asmara terlarang. PD belakang diketahui lari dari tanggung jawab. Terpaksa, diapun ditangkap dan dijebloskan ke tahanan Mapolres Tanjung Perak Surabaya usai menerima laporan dari keluarga korban. Di hadapan penyidik, PDP mengaku mengenal WT dari FB, yang ternyata masih tetangganya sendiri. Memang, awalnya PDP tidak tahu kalau WT itu juga tinggal di Jalan Teluk Nibung. Karena itu, diapun bebas melancarkan rayuan mautnya ke WT melalui chatting via FB.

Bacaan Lainnya

Dirasa korban sudah masuk perangkapnya, PDP-pun mengajak WT kopi darat. Pada bulan Mei 2013 lalu, PDP mengajak WT ke rumahnya. Dan saat bertemu itulah, keduanya baru mengetahui kalau bertetangga.

Namun, hal itu justru membuat PDP makin tidak canggung merayu WT. Saat rumah PDP tengah kosong karena kedua orangtuanya pergi, dia pun melucuti pakaian WT di dalam kamarnya. Karena terbuai dengan rayuan gombal PDP, WT-pun tidak menolak saat diajak berhubungan intim layaknya suami istri.
[jetpack-related-posts]
“Saya mengajaknya berhubungan badan, saat secara kebetulan rumah saya sepi, dan hanya kita berdua saja di dalam rumah,” aku remaja tanggung berkulit bersih itu pada penyidik di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (8/10).

Merasa percaya diri akan janjinya untuk menikahi WT, pemuda tanggung itupun secara berulang-ulang menggauli kekasihnya itu. Bahkan, hingga bulan Maret 2014, WT masih rela menyerahkan tubuhnya kepada PDP, karena dia yakin kalau kekasihnya itu akan menikahinya nanti.

Tanpa sadar, dalam rahim WT tumbuh benih cinta terlarang itu, setelah berkali-kali berhubungan intim. WT merasakan perutnya mual dan ingin muntah. Orangtuanya-pun curiga dengan kondisi anak gadisnya, lantas mengorek keterangan dari WT. Sementara PDP, meski sudah mengetahui kalau WT hamil, mangkir dari tanggung jawab. Dia tidak sudi menikahi WT yang sudah rela menyerahkan mahkotanya kepada dia.

Kesal, orangtua WT pun melaporkan perbuatan PDP ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. “Atas dasar laporan tersebut, kami pun menangkap tersangka PDP di rumahnya berikut barang bukti seperti satu potong celana dalam, satu potong bra dan melakukan visum,” terang Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Aldy Sulaiman.

Selanjutnya, PDP harus menginap di Hotel Prodeo Mapolres Tanjung Perak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Dia dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dan atau Pasal 287 KUHP. “Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara,” tegas Aldy. (sumber merdeka.com)

  • Whatsapp