Teroris Bulukumba tak melakukan perlawanan saat ditangkap

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Firdaus (25) terduga teroris yang ditangkap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Polres Bulukumba tak melakukan perlawanan saat ditangkap. Sejak dari BTN II, tempat penangkapan, bagian kepala terduga jaringan Santoso ini langsung ditutupi.

“Tidak ada ribut-ribu atau suara tembakan. Saya juga tidak tahu jika ada penangkapan disini,”kata salah seorang Warga BTN II yang ditemui BeritaBulukumba.COM.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, sumber beritabulukumba.com yang juga anggota Polres Bulukumba, memastikan tak ada baku tembak dalam penyergapan Kamis malam 14 Oktober 2014. Bahkan menurutnya, anggota Densus telah melakukan pengintaian selama dua hari sebelum menyiduk Firdaus.

BACA JUGA:   Jadi Kurir Narkoba, Ibu Paruh Baya Ini Diciduk Polres Bulukumba

“Tak ada perlawanan. Anggota saja tidak melihat wajah terduga. Langsung di tutup kepalanya,”kata sumber tersebut. Pihak Polres Bulukumba enggan membeberkan kronologhi penangkapan tersebut. Kepada wartawan, ia meminta untuk melakukan konfirmasi ke Polda Sulsel di Makassar.

“Iya. Teroris. Informasinya hubungi Polda Sulsel. Kami tidak bisa memberikan komentar soal itu. Hubungi Polda Sulsel,”kata AKP Andi Syarifuddin, Humas Polres Bulukumba, yang tak mau panjang lebar menjawab pertanyaan jurnalis. Beredar informasi pria bernama Firdaus alias Daus Bin Faizal (25) itu diciduk di Kompleks BTN II, Blok B 3, Nomor 14 Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan disebut sebagai kurir mujahidin kelompok Santoso. Warga asal Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba ini kini diamankan ke Mapolda Sulsel. (Foto ilustrasi by Panjimas)