Pengerjaan jalan di Kelara Jeneponto dinilai asal jadi

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JENEPONTO BB – Masyarakat Ka­bupaten Jeneponto kecewa dengan kualitas pekerjaan pengocoran jalan poros Boro (Jalan kelara) Jeneponto, Sulsel. Bagaimana tidak, jalanan itu sudah banyak yang rusak meski pekerjaan belum rampung.

Menurut Suaib liwang dari LSM AL – TIPIKOR, realisasi peningkatan jalan cor beton  di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto asal jadi. Pasalnya, belum lagi selesai limit kontrak, namun sebagian cor sudah retak bahkan sudah ada yang patah.

Bacaan Lainnya

“Kontraktor tidak serius, karena secara teknis mereka sering mengabaikan kualitas pengerjaan jalan dan lebih mendahulukan keuntungan. Lebih jauh ia menilai, kontraktor sudah melukai hati masya­rakat, belum lagi polusi debu  terutama yang berdomisili di  Jalan Sungai Kelara Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

BACA JUGA:   Kades Tino Jeneponto Tertangkap Basah, Diduga Obok-obok BTS Smartfren?

Proyek ini menurut Suaib menggunakan anggaran yang Miliaran namun aplikasinya sangat rendah. “Proyek ini dimulai pemba­ngunannya pada bulan Juli 2014  , proyek ini dikerjakan PT Agung Perdana Bulukumba, Konsultan Pengawas PT Aurama Karya dengan Direktur dan menelan dana Rp. 7.249.026.334.92. Akan tetapi, kualitas Hasil Pengerjaannya tidak sesuai dengan anggaran yang besar akibatnya, sudah mengalami kerusakan,”ungkapnya.

Anehnya lagi, meski menyewa konsultan yang akan mengawasi pekerjaan, selain pengawas dari dinas terkait, tapi banyak proyek pem­bangunan jalan ini yang asal jadi. Ka­pasitas pengawas dan konsultanpun diper­tanyakan. Kini masyarakat menunggu kecakapan rekanan sebagai pelaksana dan Dinas PU besama konsultan yang berfungsi sebagai pengawas” Kata Suaib Liwang.
BeritaBulukumba.com masih berusaha melakukan konfirmasi ke pengawas pekerjaan jalan, namun tidak ada ditempat.

BACA JUGA:   Nelayan Jeneponto protes perahu perusak tambak

Laporan: Kasrar Jeneponto

Pos terkait