Protes harga BBM mahasiswa UNY mandi air limbah

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

YOGYAKARTA,BB – Selain berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm), mahasiswa mahasiswa FIS Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memerotes dengan aksi mandi air limbah. Aksi Andi Hermawan, seorang mahasiswa Pendidikan Sejarah UNY menampilkan aksi teatrikal dalam demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pada  siang di kawasan Colombo sampai Sagan.

Dalam aksinya, ia mengenakan caping, kaos kumal, celana pendek, serta membawa jeriken kecil berisi air limbah. “Apa yang saya kenakan ini simbolisasi rakyat kecil. Karena banyak rakyat kecil rela bersusah payah akibat kenaikan harga BBM. Tak apa mandi air kotor, ini belum ada apanya dibanding penderitaan rakyat,” terang Andi.

BACA JUGA:   Rifaldy Fajar, Mahasiswa UNY Berprestasi Termuda dari Bulukumba

Sebagai pegiat komunitas teater Loeminthu, ia pun turut berpartisipasi dalam aksi yang digalang oleh Aliansi Mahasiswa FIS UNY. Andi pun sempat diguyur air limbah ketika massa aksi memblokade Persimpangan Sagan, Sleman. “Ini airnya kotor dan bau, yang penting habis ini mandi saja,” katanya. Ia juga mengkritik bahwa kenaikan harga BBM bukan solusi tepat Pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. “Mafia migasnya dulu diberantas, rakyat melulu korbannya,” ungkapnya.

Massa aliansi yang terdiri atas puluhan mahasiswa FIS UNY itu juga menampilkan beberapa orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Alasan mereka memblokade kawasan Colombo dan Sagan ialah agar rasionalisasi penolakan mereka bisa didengar oleh masyarakat sekitar jalan raya. “Selamat sore para pengguna jalan. Kami Aliansi Mahasiswa FIS UNY melakukan aksi damai. Kami hanya ingin menyampaikan pendapat bahwa kenaikan harga BBM mesti kita kawal bersama-sama,” ucap Septian, selaku koordinator aksi dalam orasinya. Sekitar pukul 17.00 WIB, massa aksi meninggalkan Sagan dan kembali ke kampus.  (Sumber: ekspresionline.com)