Kerusuhan Rupit Musi Rawas Sumsel, Empat Nyawa Melayang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

MUSI RAWAS, BB – Lagi-lagi aksi demonstrasi berakhir anarkis. Empat warga di Kelurahan Rupit Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dilaporkan tewas.

Korban bersama warga lain sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sejak Senin 29 April 2013 pukul 10.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Bentrokan tak terelakkan pada malam hari yang mengakibatkan empat warga meninggal dunia dan enam mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui bernama Suharto (17), Rinto (17) Matdo (50) dan Fadila (45). Selain korban tewas  enam orang juga dikabarkan menderita luka tembak sedang perawatan intensif di rumah sakit.

BACA JUGA:   Wah, Bendera China Berkibar di Sungai Musi Sumsel

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Djarod Padakova, kerusuhan tak terelakkan setelah seribuan warga menyerang anggota dan merusak beragam fasilitas Polsek Rupit.

Berikut kronolgi kejadian versi Polda Sumsel:
Senin 29 April 2013
Pukul 10.00 WIB
Ratusan orang berunjuk rasa menuntut pemekaran Musi Rawas Utara.

Pukul 12.00
Massa dimediasi di DPRD Musi Rawas.

Pukul 13.00
Saat sebagian massa di DPRD, massa lainnya berunjuk rasa di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Pukul 21.00
Massa bertahan di Jalinsum dan memblokir jalan utama lintas Sumatera itu.

Pukul 21.30
Massa membakar ban bekas dan situasi mulai memanas.

Pukul 22.00
Massa bentrok dengan polisi. Empat warga tewas, beberapa terluka, dan 5 anggota polisi terluka. Massa dan warga setempat menyerang dan membakar Mapolsek Rupit.

BACA JUGA:   Hasil Quick Count Pilkada Sumsel 2013: Alex Menang Satu Putaran

Pukul 23.00
Personel bantuan dari Polda Sumsel diberangkatkan ke lokasi bentrokan. Sementara korban dilarikan ke Sobirin di Lubuk Linggau.

Selasa 30 April 2013
Pukul 06.00
Sebagian massa masih berada di Jalinsum. Namun situasi kondusif.

Dua orang jurnalis asal Jambi, yakni Dedi Jumadi dari Kompas TV dan Zainul dari MNC Group, menjadi korban penganiayaan saat akan melakukan peliputan kerusuhan di Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 30 April 2013, sekira pukul 14.00 WIB.

Dedi mengaku dihadang oleh sekitar 10 orang warga yang menggunakan lima sepeda motor tak lama setelah sampai di daerah Rupit, Musi Rawas seperti dikutip dari metrojambi.com.

BACA JUGA:   Wah, Bendera China Berkibar di Sungai Musi Sumsel

Zainul mengalami luka akibat senjata tajam pada kedua tangannya. Sepeda motor dan perlengkapan liputan mereka seperti kamera, juga diambil oleh warga.

Beruntung, kedua pewarta media nasional ini diselamatkan warga Desa Noan Baru Kecamatan Rupit.

“Kami diselamatkan warga di perkebunan,”katanya

Laporan: CR15/Laras