Inilah Tuntutan Demo Buruh Bulukumba 2013

oleh

BULUKUMBA, BB – Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2013 serentak hari ini. Di Bulukumba, sedikitnya 2000 orang dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan.

Aksi para buruh dan petani berpusat di Gedung DPRD Bulukumba. Aksi lain oleh kelompok mahasiswa di pertigaan Teko dan depan Stadion Mini Bulukumba.

Loading...

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba yang menurunkan lebih 2 ribu massa terdiri dari  organisasi buruh, petani, nelayan, pemuda, mahasiswa dan miskin kota.

Sebagian besar dari mereka adalah buruh dan petani dari Kecamatan Kajang. Pendemo menuntut penghentian perampasan tanah. Perampasan tanah menurut pendemo merupakan cikal bakal munculnya kelas-kelas buruh di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bulukumba.

Demo buruh dan petani Bulukumba
Demo buruh dan petani Bulukumba

“Terjadinya perampasan tanah, karena adanya monopoli dari negara dan pemilik modal asing, sehingga masyarakat bulukumba yang awalnya adalah petani, berubah kebudayaan menjadi buruh kebun, buruh pabrik dan beberapa masyarakat kekota menjadi buruh di perkotaan,”kata Rudy Njet, aktivis dari AGRA Bulukumba.

Menurutnya peran pemerintah, hanya membuat regulasi-regulasi yang orientasi lebih mempermudah pemilik modal asing untuk masuk ke suatu daerah, termasuk ke bulukumba.

“Regulasi tersebut bukan berusaha mencegah dan membatasi ekspansi para pemilik modal untuk memperluas eksploitasi. akan tetapi justru semakin mempermudah para pemilik modal ini melakukan monopoli dan merampas tanah yang sebenarnya menjadi hak masyarakat dan petani, “lanjutnya.

Polwan Bulukumba, halau pendemo
Polwan Bulukumba, halau pendemo

Lebih jauh Rudy mengatakan, Perusahaan perkebunan PT Lonsum Tbk, merupakan perusahaan terbesar dalam upaya perampasan tanah di Bulukumba. Hal itu dilihat dari luasnya areal perkebunan milik PT Lonsum Tbk.

Masuknya investor ke suatu daerah seperti Bulukumba, menurut Rudy, sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal itu akan terwujud, jika dalam pelaksanaannya, pihak perusahaan berbarengan dengan masyarakat dalam pengelolaannya.

“Kenyataannya, masyarakat tidak diberikan ruang yang luas. Apalagi hampir 85 persen masyarakat Bulukumba menggantungkan hidupnya pada tanah. Jika lahan yang ada dijadikan lahan perkebunan karet. Dan menjauhkan masyarakat dari tanah, secara langsung investasi yang ada akan mematikan system perekonomian rakyat yang sesungguhnya.

Terkait Upah Minimum Provinsi (UMP), belum mampu mengakomodir kebutuhan kaum buruh.

“Apalagi perusahaan tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan atau hak-hak normatif buruh sesuai yang telah ditetapkan pemerintah. Sedangkan peran pemerintah selama ini, hanya memberikan janji-janji
semata. Tanpa adanya realisasi konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para kaum
buruh.

Demo Aliansi Gerakan Rakyat Bulukumba Pemerhati Buruh - Foto MJ
Demo Aliansi Gerakan Rakyat Bulukumba Pemerhati Buruh – Foto MJ

Tak jauh beda apa yang dituntut Aliansi Gerakan Rakyat Bulukumba Pemerhati Buruh yang juga turun aksi di Pertigaan Teko dan di Depan Stadion Mini Bulukumba.

Mereka yang terdiri dari Pemuda Pancasila, SRMI, LMD, FKMH, KARESO, KAPAK dan FOKUSPERWA, menuntut penaikan upah buruh yang layak dan meminta penghapusan sistem kontrak kerja (out sourcing) di perusahaan.

“Kami meminta agar perusahaan yang tidak menggaji karyawan sesuai UMP, diadili,”teriak seorang orator di Pertigaan Teko.

Aksi di Pertigaan Teko disertai dengan pembakaran ban bekas. Akibatnya sempat memacetkan jalan Poros Sinjai-Bulukumba. Puluhan polisi langsung mengawal jalannya aksi hingga puluhan massa ini melanjutkan aksi ke depan Stadion Mini Bulukumba.

Laporan: Cr8/Andi Chandra/MJ

Loading...