Buruh Tolak Bubar Hingga Tuntutan Utama Dipenuhi

oleh

BULUKUMBA, BB – Ratusan buruh dan petani dari berbagai desa di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, masih menduduki gedung DPRD Bulukumba hingga Rabu malam, 1 Mei 2013 pukul 20.00 Wita.

Menurut kordinator aksi dari aktivis Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba, Rudi Njet, mereka terpaksa menduduki gedung rakyat tersebut karena tuntutan utama belum terpenuhi.

Loading...

Pendemo meminta agar ada kepastian dari DPRD, Pemerintah dan pihak PT lonsum untuk mengeluarkan tanah petani seluas 2.700 Hektar dari hak guna usaha (HGU) PT Lonsum.

Menurut Rudy, data tersebut adalah hasil temuan tim verifikasi faktual bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).  Jumlah luas tanahnya, lanjut Rudy, sama dengan data temuan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA).

“Kami akan menduduki gedung ini hingga ada kepastian mengeluarkan tanah rampasan yang sudah diverikasi faktual dari HGU Lonsum. Jika sudah ada kepastian kami akan bubar besok”katanya.

Mereka yang menginap adalah kaum buruh dan petani menamakan diri AGRA dari 11 desa masing-masing
Tamatto, Situbaru, Bontomangiring, Bontobiraeng, Karassing, Maleleng, Tambangan, Bontobaji, Bontorannu, Sangkala dan Balleanging.

Aksi mendapat penjagaan ketat puluhan aparat kepolisian dan TNI.

Laporan: Cr9/MJ

Loading...