Unla Bandung bentuk relawan reformasi birokrasi

oleh

BANDUNG,BB – Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kreativitas dan partisipasi civitas akademika Universitas Langlangbuana (UNLA) Bandung yang telah membentuk relawan reformasi birokrasi. Pasalnya, reformasi birokrasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggungjawab bersama, ujarnya dalam kuliah umum di kampus UNLA, Jumat (23/01).

Untuk memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) hadir dan melaksanakan tugas sebagai pelayan rakyat, ujar Yuddy, dibutuhkan dukungan, bantuan dan kontrol dari masyarakat, termasuk di dalamnya dari unsur kampus.

Loading...

Rektor UNLA Nana Rukmana Asmita mengatakan, pembentukan relawan reformasi birokrasi ditujukan untuk membantu terealisasinya program reformasi birokrasi sampai bawah melalui kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelumnya Yuddy menyempatkan blusukan ke Gedung Sate, tempat berkantornya Gubernur Jawa Barat Ahmat Heryawan, dan memberikan pengarahan kepada sekira 500 orang Aparatur Sipil Negera (ASN). “ASN itu dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Untuk itu, sayangi dan cintai rakyat, berikan pelayanan terbaik kepada rakyat,” kata Yuddy.

Ditambahkan, ASN juga harus memiliki etos kerja, mentaati aturan, berdisiplin, dan mengoptimalkan pengawasan. Menurut Menteri, pengawasan ini penting untuk memastikan birokrasi pemerintahan bekerja secara jujur, amanah, profesional dan tidak koruptif.

“Kita harus meningkatkan kinerja pengawasan, baik pengawasan personal yakni kesadaran ASN untuk mengendalikan diri pribadinya, pengawasan struktural yakni pengawasan yang dilaksanakan oleh inspektorat, serta pengawasan sosial melalui peran serta masyarakat dalam mengontrol pemerintahan,” tutur Yuddy.

Inspektorat sebagai instrumen pengawasan struktural birokrasi, terang Yuddy, seyogyanya melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. “Jangan sampai institusi pengawasan hanya jadi aksesoris,” kata Yuddy.

Untuk menjamin keberhasilan revolusi mental, Yuddy merujuk pada teori Mc Gregor, yakni teori X dan Y. Baik buruknya birokrasi pemerintahan tergantung pada baik buruknya pemimpin. Karena itu faktor keteladanan dari para pemimpin di setiap jenjang pemerintahan menjadi sangat penting.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa Jawa Barat siap menjadi percontohan atau “role model” pelaksanaan revolusi mental birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang berkinerja dan berdisiplin.

Dari Gedung Sate, Yuddy melanjutkan blusukan ke kantor redaksi Galamedia, Kampus UNLA, serta menutup blusukan edisi Jumat ini di Kantor Pemkot Cimahi dengan memberikan pengarahan tentang revolusi mental birokrasi kepada sekitar 400 ASN yang menduduki jabatan struktural di Kota Cimahi. (PR)

Loading...