Pilkada 2015 diundur, Pilkada 2016 harus gabung

oleh

MAKASSAR,BB – Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika Pilkada serentak yang direncanakan dilaksanakan 16 Desember 2015 diundur ke 2016 maka idealnya Pilkada daerah yang juga harusnya dilaksanakan 2016 digabungkan. Sehingga kepala daerah yang masa jabatannya berakhir 2015 dan 2016 bisa dilakukan Pilkada serentak agar pengankatan PLT tak terlalu lama agar pemerintahan definitif cepat berlangsung

Jika seperti itu maka kepala daerah yang masa jabatannya berakhir 2017 dan 2018 juga bisa segera melaksanakan pilkada serentak di 2017 agar rencana untuk menjadikan pilkada Gubernur, Bupati, Walikota secara serentak se Indonesia bisa terwujud di 2020 atau 2021

Loading...

Menurut Suwadi jika seperti itu maka efesiensi anggaran dan pelaksanaan pesta demokrasi bisa teratur dilaksanakan 2 kali atau 3 kali dalam 5 tahun.

Bisa pemilu digabungkan Pilpres atau Pileg dulu, kemudian Pilpres dan selanjutnya pilkada serentak Gubernur, Walikota dan Bupati.

Seperti diketahu Panitia Kerja (Panja) Revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menyepakati penyelenggaraan pilkada serentak 2015 diundur hingga Februari 2016. Wakil Ketua Komisi II DPR, Lukman Edy mengatakan kepala daerah yang masa jabatannya habis di 2015 akan dipilih di 2016 sehingga sebelum pilkada daerah tersebut akan dipimpin Penjabat (Pj) dan Pelaksana Tugas (Plt).

Loading...