Mahasiswi STIKES Bulukumba Tewas Minum Racun

oleh

BULUKUMBA,BB – Bunuh diri masih menjadi jalan terakhir bagi seseorang untuk menyelesaikan masalahnya. Buktinya, seorang mahasiswi asal Borong Ganjeng Desa Garuntungan Kecamatan Kindang rela mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun.

Sakia (23) menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba Rabu pagi, 3 Maret 2015. Nyawanya tak dapat ditolong lagi meski usaha tim medis dilakukan berjam-jam. “Ia masuk tengah malam dan langsung ditangani dokter. Subuh dia meninggal,”kata seorang perawat.

Loading...

Sementara itu ayah korban Norman, mengaku tidak tahu permasalahan yang dihadapi anaknya sehingga bunuh diri. “Saya baru tahu ia nekat setelah menemukan di kamar dengan mulut berbusa,”ujar Norman kepada wartawan Rabu 3 Maret.

Menanggapi maraknya bunuh diri dikalangan remaja, dai muda Bulukumba Ustad Ikhwan Bahar meminta adanya pro aktif orang tua dalam membina anak sejak dini. Orang tua katanya tak hanya perlu menyekolahkan anak, tapi selalu memberikan pemahaman agama.

“Mental anak lemah bukti banyaknya kasus bunuh diri. Orang tua harus memberikan pemahaman spritual dan agama kepada anak. Apalagi bunuh diri sebagai salah satu dosa besar,”tegasnya.

Loading...