FB Geger, Muncul Daftar Nama Mahasiswa “Pelacur Intelektual”

1813 views

JAKARTA,BB – Situs FB tiba-tiba ramai membahas “Pelacur Intelektual’ Kamis 21 Mei 2015. Bahkan beredar di FB daftar nama mahasiswa yang disebut sebagai “pelacur intelektual”.

Nama yang disebut pelacur intelektual itu ternyata adalah petinggi BEM Mahasiswa. Alasannya, karena mereka menghadiri undangan Presiden Jokowi pada Senin 18 Mei 2015 lalu. Hal ini mengundang pro dan kontra BEM lain. Sebut saja dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Bung Karno (UBK).

KBM UBK mengecam kehadiran para mahasiswa yang diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka menganggap kehadiran mahasiswa di Istana Negara tersebut sebagai “pelacur intelektual”. Tentu hal ini membuat pro kontra, apalagi disaat sejumlah elemen mahasiswa menggelar unjuk rasa. Ini daftar BEM dan Mahasiswa disebut hadir dan marak beredar di FB.

BACA JUGA:   28 Mahasiswa UGM Yogyakarta KKN di Bantaeng

Andi Aulia Rahman (Ketua BEM UI)
Rony Setiawan (Ketua BEM UNJ)
Aa Habibi Baihaki (Ketua BEM Unpad)
Ahmad Khairudin (Ketua BEM Unila)
M Adzhar Afif (Ketua BEM IPB)
MP Garry (Ketua BEM ITB)
Satria Tiputra (Ketua BEM UGM)
Imron Ibnu Fajri (Ketua BEM ITS)
Ketua BEM UIN Jakarta
Ketua BEM Atmajaya Jakarta
Pury (Ketua BEM Trisakti)
Ketua BEM ISIP Jakarta
Ketua BEM Unpar
Ketua BEM Unisba
Ketua BEM Unpas
Ketua BEM Upi
Ketua BEM Unikom

Apa tanggapan mahasiswa yang disebut pelacur intelektual? Berikut kutipan pernyataan Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI melalui akun FB.

“Saya pastikan bahwa apa yang saya lakukan adalah tetap dalam koridor gerakan moral dan intelektual. Ini hanya masalah pilihan gerakan (choice of movement) apa yang mau kita gunakan. Bertemu langsung kah? Atau terus menerus berada di jalanan?

BACA JUGA:   Mundur, Pengumuman UM PTKIN 2015 Mulai Pukul 17:00 WIB

Pertemuan saya juga adalah bagian dari kesepakatan mahasiswa UI yang diwakili oleh BEM se UI, dalam forum Sospolnet. Beberapa waktu lalu saya dengan tegas menolak undangan wantimpres karena bagi kami wantimpres tidak memiliki signifikansi dan pengaruh apapun. Kami hanya ingin bertemu dengan Presiden karena beliaulah yang paling strategis yang harus ditemui. Oleh karenanya, ketika peluang bertemu dengan Presiden ini hadir, saya katakan, “Ya, Bismillah. saya akan hadir”.

Saya lbh ikhlas dicaci mahasiswa se Indonesia dibandingkan saya menyianyiakan kesempatan ketemu presiden sebagai pembuat kebijakan langsung, yang bisa jadi pertemuan tsb berdampak pada 250 juta rakyat indonesia di luar sana,”

Mahasiswa

Penulis: 
    author

    Posting Terkait