“Ngantri Ke Surga”, Sinetron Ramadhan dari Wali Band

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Pada bulan Ramadhan ini, grup musik Wali turut bermain sinetron. Bertemakan Ramadhan, Faank cs hadir di sinetron berjudul “Ngantri ke Surga” yang tayang di RCTI.

Sinopsis:
FAANK (32 tahun) pedagang kaki lima yang gigih dan tidak pernah menyerah pada keadaan. Kebiasaan bersaing dengan sesama pedagang, terutama penjual VCD bajakan yang selalu ramai bunyinya, dia tidak pernah menyerah. Soal omong dia jagonya. Dia mampu merayu pembeli paling ‘bete’ sekalipun, sampai bisa seperti kerbo dicucuk hidung dan membeli dagangannya. Soal berdebat dan adu argumentasi, dia sangat piawai. Kalau saja dia mau ikut partai politik, sudah lama dia jadi anggota DPR, paling tidak DPRD. Sayang dia sama sekali buta politik dan terkesan tidak mau ikut politik-politikan. Dia selalu bisa ngeles dan mampu mengalahkan lawannya cukup dengan ‘omong besar’ nya.

Bacaan Lainnya

Seperti pertengkaran yang sering terjadi antara dia dengan Pelayan toko dimana dia berdagang persis didepan tokonya. FAANK sering mempengaruhi pembeli bahwa harga ditoko dibelakang dia jualan, tiga kali lebih mahal dari harga barang yang sama yang dia jual. Pemilik Toko dibikin kewalahan oleh jawaban FAANK. Maka cara lain pun dilakukan para pemilik toko untuk melawan kenekatan FAANK dan kawan-kawan pedagang kaki lima yang lain. Mereka berkoordinasi dengan Polisi Pamong Praja supaya sering kali merazia pedagang kaki lima. FAANK beserta kawan-kawannya jadi sering dikejar-kejar. Tapi FAANK tetap gigih. Begitu seringnya dia kejar-kejaran dengan Petugas trantib Polisi Pamong Praja, sampai FAANK akrab dengan OVIE (32 tahun) yang anggota Satpol PP.

BACA JUGA:   [Video klip] Wali Band - Jamin Rasaku

Selain pemilik Toko dimana FAANK berdagang didepannya, ada lagi orang yang juga sangat tersiksa dengan adanya FAANK didunia ini. Yaitu pemilik warung makan yang bernama BUSTOMI (32 th), hampir setiap hari dia terganggu, karena FAANK setiap makan selalu di warung BUSTOMI, bukan masalah dia makan selalu ngutang atau apa. Tapi karena yang dimakan FAANK di warung dia adalah bekal yang dia bawa dari rumah kontrakannya, dan di warung BUSTOMI itu dengan seenaknya dia duduk di bangku pembeli, dengan seenaknya dia minta teh tawar, atau air panas, juga sambal. Sementara dia hanya membawa nasi dan telur rebus. Sehingga makan siang dia selalu gratis. Kalau BUSTOMI mengajak bertengkar, selalu dikalahkan FAANK dengan telak. Itu yang menyebabkan BUSTOMI tidak mau bikin masalah lagi sama FAANK. Sebenarnya BUSTOMI juga sering menolong FAANK, tapi karena FAANK yang terlalu sering mengerjai BUSTOMI,. maka dia sendiri yang membuat renggang tali persahabatan, meskipun tetap sebagai teman disamping sebagai tetangga kontrakan rumah.

Sebagai teman baik, OVIE (30 TH) yang anggota Trantib sering terpaksa ditraktir oleh FAANK, yang terkadang jauh lebih mahal dari pengiritan yang dia lakukan. Dan BUSTOMI selalu memanas-manasi OVIE supaya makan lebih banyak, dengan lauk yang mahal-mahal. Kalau sedang tidak dinas, OVIE sering membantu FAANK membawakan barang dagangannya dari rumah kontrakannya sampai ke emperan toko tempat dia dagang. Tapi kalau sudah menyangkut tugas, dia tetap mengejar-ngejar FAANK. Seperti TOM & JERRY.

Ada seorang yang misterius, yang suka memperingatkan dan menegur FAANK kalau melakukan kesalahan dalam berniaga. Dia bernama SUKRI (38 tahun), orang yang disuruh oleh H.SUEB (82 Tahun) untuk mencari anaknya yang minggat, karena mau dipaksa kawin dengan anak maklar tanah, teman H. SUEB. H.SUEB pernah mendengar kabar angin bahwa AGIL anaknya sudah meninggal, tapi mantu dan terutama cucunya masih hidup, tapi dimana mereka ? tidak pernah tahu. Bahkan mantunya yang bernama HALIMAH (IBU FAANK) pun dia tidak tahu, sementara H.SUEB mau menghibahkan tanahnya yang cukup luas di daerah Cililitan yang merupakan bagian waris dari AGIL. Untuk itu dia menyuruh SUKRI untuk terus melacak keberadaan cucu dan mantu yang kurang disetujuinya itu.

BACA JUGA:   Dari Maros, Wali Lanjut Konser di Bone dan Bulukumba

FAANK yang terkesan sebagai manusia bebas, sebagai perantau meski daerah asalnya tidak terlalu jauh dari ibu kota, tapi tetap dia adalah perantau, karena dia jarang pulang ke desanya di ujung utara Bekasi. Ibu FAANK, HALIMAH, sering menelpon Faank. Halimah pun sering mengingatkan Faank tentang MUNAH, gadis desa yang dulu saat masih kecil dijodohkan dengan Faank. Tapi FAANK suka tidak percaya omongan emaknya yang bilang kalau MUNAH sudah menjadi kembang desa. Di bayangan FAANK, MUNAH itu adalah gadis kecil yang sering ingusan.

Di kampungnya yang berada di pinggiran utara kota Bekasi. Tepatnya di sebelah utara Babelan, FAANK adalah tolak ukur keberhasilan. FAANK adalah panutan dan motivator bagi pemuda-pemuda eks Pesantren kecil dimana dulu FAANK adalah salah seorang murid di pesantren yang nyaris bangkrut itu…. Setiap pulang, dia menceritakan bahwa dia menjadi saudagar atau bisnisman di Ibu Kota. Ketika salah seorang tetangganya menanyakan dimana kantornya, FAANK mengatakan kantornya di BLOK M. Maka tetangga yang sudah pernah ke Jakarta dan pernah nyasar di pasar BLOK M, terkagum-kagum.

Waktu FAANK ketemu dengan sahabat lamanya yang sama-sama sekolah di madrasah pesantren, dia menceritakan hal yang sama, bahkan mengajak kawannya yang bernama APOY( 32 TH) untuk mengikuti jejaknya. APOY menceritakan bahwa dia sebagai guru madrasah, kasihan kalau harus meninggalkan murid-muridnya…. Omong besar FAANK, bahwa Jakarta adalah sorga bagi para pedagang mampu menggoyahkan pikiran APOY.. FAANK menceritakan ‘keberhasilan’ dia di ibukota.

BACA JUGA:   Dari Maros, Wali Lanjut Konser di Bone dan Bulukumba

Akhirnya APOY terpengaruh ikut ke Jakarta. Dan mulailah dia memasuki ‘keajaiban demi keajaiban’ yang terjadi di Jakarta. Betapa semua yang diomongkan FAANK semuanya tidak ada yang mirip sedikitpun.. Bahkan nyaris bertolak belakang. APOY tidak balik ke kampungnya, karena dia malu, sudah mengumumkan ke seluruh tetangganya, bahwa dia mau ikut berdagang bersama FAANK. Betapa cengengnya, kalau baru tiga hari dia sudah pulang lagi. Terpaksa sumuknya rumah kontrakan dan tajamnya gigi nyamuk ibu kota dia tahankan. Dan jadilah dia pedagang kaki lima yang selalu berdagang di samping FAANK. Ternyata ketahanan mental APOY dalam menghadapi kegagalan demi kegagalan di Jakarta, lebih kuat daripada FAANK.

APOY nyaris tidak pernah tinggal sholat berdzikir dan berdoa, juga di rumah kontrakannya, sementara FAANK sholatpun agak tergesa-gesa, ingin buru-buru selesai, tanpa wirid dan doa. Tapi kalau sudah diruangan tengah dia selalu memesan kepada APOY supaya mendoakan dia. Lama-lama APOY kesal juga selalu dipesan doa untuk meminta ini itu.

Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka menaklukkan kerasnya hidup di Jakarta ?..

Pemain:
Faank sebagai Faank
Apoy as Apoy
Tomi sebagai Tomi
Ovie sebagai Ovie
Irish Bella sebagai Munah
Fuad Zulkarnaen sebagai Jelita
Tengku Firmansyah sebagi Sukri
Cindy Fatikasari sebagai Halimah
Devi Permatasari sebagai Permata
Asri Welas sebagai Rina
Claudia Andhara sebagai Sarah
Pepi Febiyanti sebagai Vena
Eddie Riwanto sebagai H. Sueb
Rasyid Karim sebagai H. Sobirin
Ence Bagus sebagai Sarjum
Mario Maulana sebagai Pemilik Toko

Pos terkait