Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 2018

oleh

JAKARTA,Beritabulukumba.com – Inilah dia bacaan niat dan tata cara shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah. Shalat Ied ditunaikan secara berjamaah pada pagi hari 1 Syawal mulai pukul 07:00 waktu setempat.

Tahun ini shalat Idul Fitri serentak ditunaikan oleh sebagian besar umat muslim Indonesia Jumat 15 Juni 2018. Shalat Ied salah satu amalam sunnah yang dilakukan pada akhir puasa Ramadhan. Sholat Ied dilaksanakan pada pagi hari setelah terbit fajar di ufuk timur. Shalat Ied disunnahkan digelar di lapangan.

Jika tidak memungkinkan karena hujan atau ada bencana seperti banjir, maka dipindahkan ke masjid. Sholat Idul Fitri hukumnya adalah sunnah muakad yakni jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa. Satu hal yang patut dicatat adalah, walaupun bersifat sunah namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Syarat, rukun dan sunahnya sama seperti salat pada umumnya, hanya ditambah beberapa sunah saja seperti sebagai berikut:

Dikerjakan secara berjamaah
Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih. (lihat bacaannya dibawah)
Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
Imam dianjurkan untuk menyaringkan bacaannya.
Khutbah dua kali setelah salat sebagaimana khutbah jum’at
Pada khutbah Idul Fitri ada baiknya jika memaparkan tentang zakat fitrah
Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya, dalam artian bersih dan suci.
Makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat tujuan untuk melakukan salat Idul Fitri. Pun begitu sebaliknya pada Salat Idul Adha.

Jika Anda melakukan shalat ied di masjid, dianjurkan setelah tiba di masjid dan sebelum duduk, untuk melakukan shalat tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat. Namun jika sholat id dikerjakan ditanah lapangan maka tidak perlu melakukan sholat tahiyatul masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai dengan dimulainya shalat Id

Sholat ied dikerjakan dalam dua rakaat. Dikutip dari Almanhaj, jumlah raka’at shalat Ied ada dua berdasaran riwayat Umar radhiyallahu ‘anhu.

صَلاَةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ، وَصَلاَةُ الأَضْحَى رَكْعَتَانِ، وَصَلاَةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ، تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرِ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

“Artinya : Shalat safar itu ada dua raka’at, shalat Idul Adha dua raka’at dan shalat Idul Fithri dua raka’at. dikerjakan dengan sempurna tanpa qashar berdasarkan sabda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Dikeluarkan oleh Ahmad 1/370, An-Nasa’i 3/183, At-Thahawi dalam Syarhu Ma’anil Al Atsar 1/421 dan Al-Baihaqi 3/200 dan sanadnya Shahih]

Rakaat pertama, seperti halnya semua shalat, dimulai dengan takbiratul ihram, selanjutnya bertakbir sebanyak tujuh kali. Sedangkan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali, tidak termasuk takbir intiqal (takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain)

Bacaan Niat Shalat Idul Fitri dengan lafadz bahasa Arab, bahasa Indonesia beserta artinya. Langsung saja ya, sebagai imam shalat maka diwajibkan untuk membaca niat seperti ini:

Tulisan Arab Niat Sholat Idul Fitri (Imam)
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Tulisan Latin:
“Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini imamam lillahita’aalaa”

Artinya dalam Bahasa Indonesia:
“Aku niat shalat idul fitri dua rakaat imam karena Allah Ta’ala”

Tulisan Arab Niat Sholat Idul Fitri (Makmum)

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Tulisan Latin:
“Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini makmumam lillahita’aalaa”

Artinya dalam Bahasa Indonesia:
“Aku niat shalat idul fitri dua rakaat makmum karena Allah Ta’ala”

Setelah membaca niat shalat ied, selanjutnya kita melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama, nah pada masing-masing setelah takbir disunnahkan untuk membaca tasbih. Bagaimana bacaan tasbih yang dianjurkan? bisa lihat tulisan tasbih berbahasa arab dibawah ini.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Tulisan Latin:
“Subbahanllah Walhamdulillah Walaila Haillallah Wallahu Akbar”

Usai takbir ketujuh dan membaca tasbih, kita dianjurkan untuk membaca doa iftitah, sedangkan imam bisa membaca doa iftitah dan surat Al-fatihah dengan dilanjutkan membaca surat Qaf. Sedangkan pada rakaat kedua, setelah imam membaca surat Al-fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Qomar.

Bacaan Takbir pada umumnya:

لله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd

Takbir yang lebih lengkap atau sempurna:
اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Tulisan takbiran berbahasa latin:
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…
wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.

Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal – kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.