Sebelum Jamaah Idul Fitri Dibubarkan, GIDI Sudah Edar Surat Larangan Shalat dan Jilbab?

  • Whatsapp

image

Hari Raya Idul Fitri 1436 H yang seharusnya dirasakan bahagia oleh umat muslim malah berujung bencana. Jamaah Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua, dibubarkan paksa oleh massa yang diduga dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia).

Penyerbuan oleh massa GIDI diduga lantaran ada larangan untuk Umat Islam di Kabupaten Tolikara untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. GIDI larangan GIDI beredar luad di dunia maya.

Selain larangan ibadah oleh agama lain, surat GIDI juga pemberitahuan larangan Idul Fitri serta larangan menggunakan jilbab untuk muslimat. Belum diketahui apakah surat ini benar asli karena belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian. Berikut isi surat yang beredar tersebut.

BACA JUGA:   Kalah di Piala Maya 2014, tiket Film Bombe sold out di Sengkang

image

BADAN PEKERJA WILAYAH TOLI
Pada Yth : Umat Islam Se-Kabupaten Tolikara

Tubuh Pekerja Wilatah Toli (BPWT) Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) memberitahukan bahwa pada tanggal 13-19 Juli 2015 ada aktivitas Seminar serta KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional.Berkenaan dengan aktivitas itu kami memberitahukan bahwa :
1. Acara buka lebaran (Idul Fitri –red) tanggal 17 Juli 2015, kami tak mengijinkan dikerjakan di Lokasi Kabupaten Tolikara (Karubaga)
2. Bisa merayakan hari raya diluar Kabupaten Tolikara
3. Dilarang Golongan Muslimat menggunakan pakain Yilbab (jilbab –red)

Sekian pemberitahuan kami serta atas perhatiannya kami mengatakan banyak terima kasih.

Karubaga, 11 Juli 2015
KETUA WILAYA TOLI :

Pdt. Nayus Wenea, S. Th

SEKRETARIS :

PDt. Marthen Jingga, S. Th. MA

Pos terkait