Ini Klarifikasi Putra Wagub Sulsel atas Kejadian di Bandara

oleh -0 views

MAKASSAR.BB – Ahmad Fauzan, putra Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang melakukan klarifikasi atas kejadian pengeroyokan di Bandara Hasanuddin. Ahmad Fauzan melakukan klariifikasi bersama ibunya, Dr A Majdah Agus AN pada acara lailatul ijtima NU Sulsel di rumah jabatan Wagub Sulsel Jl Yusuf Dg Ngawing Makassar. Berikut ini klarifikasinya:

Kronologis awalnya, ketika pergi mengantar instruktur balap saya ke bandara, dan parkir sejenak di dropzone. Karena ada barang bawaan bagasi yang perlu diproses makanya kami menunggu sebentar di samping mobil. Selagi diproses barangnya oleh protokol, kemudian datang security bandara datang menegur, saya merespon dengan meminta tolong pengertiannya agar bisa diberi toleransi waktu sedikit lagi sambil menunggu proses bagasi barang selesai. Dengan pertimbangan saya yang pada saat itu keadaan lalu lintas terminal keberangkatan dalam keadaan sangat lancar tidak terjadi kemacetan, tetapi kemudian tidak lama waktu berselang sekitar kurang lebih 1 menit petugas datang kembali menegur dengan nada yang sudah mulai meninggi. Kemudian teman saya memberitahu bahwa “Ada putranya pak wagub” dengan harapan bisa dikasih toleransi parkir sebentar saja. Namun sang petugas langsung berbicara dengan nada yang marah dan terjadi sedikit adu mulut dan keluar lah kata kotor dari mulut sang petugas yang membuat teman saya tidak terima, maka terjadilah kesalahpahaman tersebut.

Pada saat perkelahian terjadi saya sama sekali tidak pernah bersentuhan fisik apalagi ikut dalam perkelahian dengan petugas keamanan yang terlibat, dan juga dikatakan bahwa dari pihak rombongan saya yang mengkeroyok itu keliru, pada saat terjadi perkelahian hanya 2 orang teman saya yang terlibat dan petugas keamanan bandara lah yang semakin banyak berdatangan sehingga tidak mungkin bisa dikatakan pihak dari rombongan saya yang melakukan pengkeroyokan. Saya diperiksa di Polsek Bandara cuma sebagai saksi karena saya ada di lokasi kejadian.

“Itulah klarifikasi dari anak kami, semoga menjadi proses tabayyun buat kita semua, syukran wa jazakumullah,”kata Majdah.