Jurnalis KompasTV Dianiaya Komplotan Geng Motor di Jakarta

oleh

JAKARTA,BB – Lagi jurnalis menjadi korban kekerasan akibat ulah komplotan geng motor. Jurnalis KompasTV, Harko Setiono (24) dianiaya komplota geng motor di Jalan R.E. Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu dinihari 15 Mei 2013.

Kejadian sekitar pukul 00.10 WIB ini terjadi usai korban meliput acara Jakarta Food Festival di Kelapa Gading bersama kekasihnya, Kaniya Nur Rahmi (22).

Loading...

Saat pulang dengan menggunakan motor Kawasaki Athlete B 3972 BDC, korban bertemu komplotan geng motor di Jalan Sunter, Jakarta Utara.

“Ada tiga motor, enam orang, satu di antaranya perempuan. Mereka sepertinya lagi mabuk, jalan di tengah nutupin pengendara lain sambil ugal-ugalan,” ujarnya dilansir dari Kompas.com, Minggu.

Harko melajukan kendaraan roda duanya menyalip gerombolan motor tersebut. Para pelaku pun mengejar laju Harko kemudian memukul helmnya menggunakan tangan kosong. Tidak hanya itu, mereka mencegat motor Harko sambil mengeluarkan kata -kata berisi ancaman.

Namun saat itu Ia tidak terpancing atas ulah para anggota geng motor tersebut. Ia pun kembali melajukan motornya hingga memasuki Jalan RE Martadinata, tepatnya dekat dengan Taman BMW, Pademangan, Jakarta Utara. Di tempat itu aksi penganiayaan terhadap Harko berulang. Satu orang anggota geng motor kembali memukul helm Harko menggunakn sebuah botol minuman keras.

“Saya kesal, makanya saya berhenti. Mereka langsung turun dan mengeroyok saya. Muka saya ditonjok, badan saya dipukulin. Saya enggak tahu dipukulnya pakai apa, yang jelas wajah saya lebam dan hidung saya berdarah,”lanjutnya.

Pria lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) angkatan 2007 tersebut mengaku tidak berdaya saat dikeroyok oleh para pelaku. Ia baru melawan saat sang kekasih hendak menjadi korban penganiayaan oleh para pelaku. Dengan sisa-sisa tenaga, Harko menarik tangan kekasihnya untuk menghindar dari lokasi hingga keduanya ditolong oleh warga setempat.

“Mungkin mereka (pelaku) melihat sudah ada orang banyak, mereka langsung kabur ke arah Kemayoran,” ujarnya.

Kasus ini menambah panjang deretan kasus penganiayaan terhadap jurnalis oleh geng motor. Sebelumnya, dua jurnalis Tv di Makassar juga mengalamai nasib sama usai menjalankan tugas liputan di tengah malam.

Jurnalis Makassar bahkan menuntut Kapolda Sulselbar mundur jika tidak mampu mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan terhadap jurnalis tersebut.

Laporan: CR2/Hadi/Jabbar

Loading...