Ini Syarat Sah Hewan Kurban Menurut Islam

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut Idul Qurban memang identik dengan berkurban. Umat muslim dianjurkan menyembelih hewan kurban di saat hari raya.

Tentu kurban disunnahkan bagi yang mampu. Karena hewan kurban akan dibagikan kepada umat muslim lainnya yang membutuhkan. Akhir-akhir ini ditemukan adanya penyimpangan dalam menawarkan hewan kurban di sejumlah daerah.

Untuk memilih hewan kerban harus berhati-hati jangan sampai malah membagikan hewan kurban yang tidak sesuai syarat. Seperti banyakanya beredar info tentang hewan kurban yang dijual dalam keadaan tidak sehat. Termasuk hewan yang masih muda dan tidak memenuhi syarat sah dijadikan kurban.

Hewan ternak yang kerap dijual juga mengalami cacat fisik. Misalnya pincang, buta, ataupun ada bagian anggota tubuh yang kurang sempurna. Nah, berikut syarat utama Hewan ternak agar sah dijadikan hewan kurban:

BACA JUGA:   Hari Raya Idul Adha 1436H Pemerintah Tanggal 24, Muhammadiyah 23 September 2015

1. Hewan kurban adalah binatang ternak, yaitu unta, sapi, kambing atau domba.
2. Usia ternak yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya seperti tidak buta, sakit yang jelas, pincang atau sangat kurus. Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

4. Hewan kurban tersebut halal atau milik orang yang berkurban. Hasil curian dan hewan yang digadai tidak sah dikurbarkan.
6. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat yakni setelah shalat Ied, Idul Adha.

BACA JUGA:   Lewat FB & Twitter bintang lapangan ini beri ucapan selamat Idul Adha

Sedangkan keutamaan hewan kurban adalah dimulai dari Unta, Sapi, Domba dan Kambing. Hewan ternak tersebut dalam keadaan gemuk, banyak dagingnya, fisik sempurna, bentuknya bagus dan harga yang mahal. Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah hewan kurban dengan ciri-ciri telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-. Ternak gila, kehilangan gigi, tidak bertanduk dan tanduknya patah.

Disunnahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan sebagian hewan kurbannya, menghadiahkannya dan bershadaqah dengannya. Hal ini adalah masalah yang lapang/longgar dari sisi ukurannya. Namun yang terbaik menurut kebanyakan ulama adalah memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya dan bershadaqah sepertiganya.

Diharamkan menjual bagian dari hewan kurban baik dagingnya, kulitnya atau bulunya dan tidak boleh juga memberi sebagian dari hewan kurban tersebut kepada jagalnya sebagai upah penyembelihan, karena hal itu bermakna jual beli. (Berbagai sumber)