Perkelahian Suku Pecah, Mantan Kepala Desa Tewas Dianiaya

oleh

MAMUJU,BB – Mantan Kepala Desa Sejati Tobadak 8, Kec. Tobadak, Kab. Mamuju Tengah tewas setelah dianiaya oleh 10 orang warga Tobadak 7, Sabtu (3/10/15). Kejadian ini bermula akibat adanya sengketa lahan antara warga Tobadak 8 (mayoritas suku Timor) dengan warga Tobadak 7 (mayoritas suku toraja) sehingga terjadi pertumpahan darah yang mengakibatkan korban meninggal Mantan Kepala Desa Sejati Tobadak 8 Sa (50).

Akibat Kejadian tersebut warga tobadak 8 tidak menerima dan mengumpulkan warga untuk melakukan aksi balasan kepada warga Tobadak 7. Pihak Kepolisian dari Polsek Tobadak yang mendengar informasi mendatangi TKP namun tidak dapat masuk dikarenakan warga tobadak 8 menghadang petugas yang datang dan tidak mengijinkan petugas masuk di area tobadak 8.

Loading...

Warga tobadak 8 yang berkumpul tersebut lalu melakukan penganiayaan terhadap MP yang merupakan suku Toraja, MP pun mengalami luka pada betis dan bahu sebelah kanan akibat sabetan benda tajam. Warga Tobadak 8 juga melakukan penyanderaan terhadap salah seorang warga Tobadak 2 YT yang juga merupakan suku Toraja di Pustu Tobadak 8.

Keesokan harinya Minggu (4/10) sekitar pukul 13.00 Wita Tim Gabungan Polres Mamuju, Polsek Tobadak, Polsek Sampaga, Polsek Budong-Budong, Polsek Topoyo, Polsek Karossa, 2 Pleton Brimob Karossa dan TNI AD yang berjumlah 100 Personil berhasil melakukan negosiasi dengan warga Tobadak 8 dan masuk ke Desa Tobadak 8.

Petugas yang berhasil masuk menemukan jenasah Sa (50) yang berada di dalam ruangan Balai Desa, serta sandera YT yang di kunci dalam 1 ruangan pustu yang mengalami luka pada kaki kiri dan kaki kanan serta luka di bagian dada dan jidatx.
Selanjutx petugas melakukan pencarian terhadap pelaku penganiayaan terhadap sandera MP yaitu Ag dan berkat negosiasi kemudian pihak keluarga menyerahkan Ag kepada petugas untuk diamankan.
Pada pukul 15.15 Wita Tokoh Masyarakat Tobadak H. Aras Tammauni mendatangi Desa Tobadak 8 dan mengumpulkan warga dan mengatakan akan bertanggung jawab sebagai tokoh masyarakat di Tobadak dan menjamin tidak akan ada gangguan lagi serta akan membiayai semua ongkos jenazah Sa yang rencananya akan di makamkan di Kab. Luwu.

Masyarakat Tobadak 8 mengharapkan kepada Pemerintah untuk Kejelasan tapal batas, “kami datang disini untuk cari hidup bukan untuk cari musuh, sampaikan kepada Bupati dan Gubernur kami siap meninggalkan tobadak 8 jika kami dianggap penyakit” Ujar salah seorang warga.
Tim Gabungan meninggalkan Tobadak 8 pukul 15.35 Wita dengan membawa Jenazah Sa yang rencananya akan dibawa ke RS Benteng Tobadak untuk dilakukan otopsi.

Adapun pelaku penganiayaan As akan dibawa ke Mamuju untuk dilakukan penyidikan bersama dengan 2 saksi yaitu La dan UA sedangkan sandera YT dibawa ke keluarganya di Tobadak 2. Kasat Sabhara Polres Mamuju berinisiatif untuk melakukan aksi penggalangan dana bagi keluarga korban Sa dan dana yang berhasil terkumpul sekitar Rp. 2 juta dari personel Kepolisian, Brimob dan TNI yang ada di lokasi tersebut. Istri korban mengucapkan terima kasih atas simpati yang diberikan oleh pihak aparat keamanan atas kejadian yang menimpa dirinya.
Sampai dengan saat ini situasi kamtibmas di wilayah Tobadak sudah dalam keadaan aman dan terkendali dan pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut telah berada di Mapolres Mamuju untuk menjalani pemeriksaan. (TM)

Loading...