Cerita Sinetron Anak Jalanan RCTI Episode 118

oleh

JAKARTA, BB – Sinopsis sinetron Anak Jalanan episode 118. Reva dirampok oleh anak buah Bagas. Reva kehilangan Hpnya. Bagas kemudian pura-pura panik dan mencari perampok tersebut, akan tetapi tidak ketemu.

Abah Rama mengajak Om Dudung keluar cari makan, saat sedang keluar, Alex cs melihat Abah Rama dan mengejar Abah Rama dan Om Dudung. Abah Rama mengenal nama geng mereka Black Kobra yang merupakan geng motor jadul. Perkelahian antar mereka tak bisa dihindarkan. Abah Rama dan Om Dudung kualahan menghadapi Alex cs yang jumlahnya lebih banyak. Tak lama Chandra melintas dan membantu Abah Rama. Alex cs berhasil dipukul mundur. Abah Rama berterimakasih kepada Chandra.

Papi Reva menanyakan kepada Adriana kenapa Adriana membiarkan Reva keluar malam-malam. Adriana mengatakan kalau Reva susah dicegah. papi Reva kemudian menelepon Reva akan tetapi tidak tersambung. Adriana menelepon Bagas dan pura-pura mengatakan kepada Papi Reva kalau itu telepon dari kantor. Adriana ke luar kamar dan berbicara dengan Bagas. Bagas mengatakan kalau urusannya sudah beres. Adriana senang dan akan mentransfer uang yang dijanjikannya kepada Bagas.

Adriana penasaran dengan keadaan Boy. Adriana kemudian menelepon tante Marissa dan menanyakan keadaan Boy. Tante Marissa mengatakan kalau Boy baik-baik saja. Adriana berniat melihat keadaan Boy, akan tetapi Tante Marissa tidak enak dengan om Wirawan dan mengatakan Adriana tidak perlu datang. Adriana ngotot, Tante Marissa nggak bisa menolak permintaan Adriana yang mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur sebelum melihat kondisi Boy. Tante Marissa kemudian mengatakan kalau dia ada di rumah sakit Medika.

Bagas menemui anak buah suruhannya dan meminta Hp Reva. Bagas kemudian memberikan upah kepada mereka sesuai yang dijanjikan. Di tempat lain Adriana sudah tiba di rumah sakit. Akan tetapi Adriana enggan masuk karena ada Om Wirawan. Adriana kemudian menelepon Tante Marissa dan mengatakan kalau dia malu menjenguk Boy kalau ada orang di ruangan Boy. Tante Marissa kemudian mencoba merayu Om Wirawan agar meninggal Boy sendiri sehingga Adriana bisa bebas bertemu Boy. Adriana kemudian senang saat tante Marissa mengatakan kalau dia akan pulang dengan Om Wirawan. Adriana kemudian masuk ke ruangan Boy. Boy kaget dan tidak senang akan kehadiran Adriana. Boy menyuruh Adriana pulang akan tetapi Adriana bilang akan menunggu sampai mama Boy datang. Adriana terus saja merayu boy, sampai Adriana memotong kabel panggilan ke suster.

Bagas kemudian menelepon Adriana dan mengatakan kalau dia sudah berada di rumah sakit. Adriana kemudian meminta izin ke Boy. Boy mengatakan kalau dia nggak balik juga nggak apa-apa. Adriana manyun mendengar perkataan Boy. Saat Adriana keluar, Boy kemudian ke ruang suster untuk meminta pindah kamar. Boy kemudian pindah ke ruangan VIP. Boy berpesan kepada suster agar tidak memberitahukan siapapun kecuali keluarganya.

Alex cs kemudian menemui Bang Kobar dan mengatakan kalau dia tidak berhasil menghajar Abah Rama. Bang Kobar yang mendengar nama Rama langsung naik pitam dan mengajak Alex cs ke rumah Abah Rama untuk memberi pelajaran kepada Abah Rama. Chandra yang selesai mengantar Bu Devi tiba-tiba dikejar oleh Alex cs. Chandra dihajar oleh Bang Kobar cs.

Bagas yang tiba di rumah sakit kemudian duduk di ruang loby. Di situ juga ada Tante Marissa. Tante Marissa yang melihat body Bagas yang kekar kemudian bertanya kepada bagas apakah Bagas seorang petinju. Baga kemudian menjawab kalau dia mantan petinju. Tante Marissa menawarkan pekerjaan kepada Bagas untuk menghajar orang. Tante Marissa yang polos dan sedikit oon itu tidak tahu bahwa Bagas adalah orang yang telah menghajar Boy. Adriana yang melihat Bagas berbicara dengan Tante Marissa kemudian menelepon Bagas dan menyuruh Bagas menjauhi Tante Marissa. Bagas yang awalnya menerima tawaran Tante Marissa jadi menolak tawaran tersebut.

Adriana memarahi Bagas dan melarangnya dekat-dekat dengan tante Marissa. Adriana mengatakan kalau Tante Marissa merupakan mama Boy. Bagas kemudian mengatakan kalau tante Marissa menawarkannya pekerjaan. Saat sedang berbicara dengan Bagas, Tante Marissa muncul. Adriana kaget dan mengatakan kalau dia meminta Bagas mencari orang yang gebukin Boy.

Bang Kobar mendatangi kediaman Abah Rama. Akan tetapi bengkel Abah Rama tutup. Bang Kobar kemudian berencana menggedor-gedor ruko Abah Rama. Saat hendak menggedor, tiba-tiba security melarangnya dan mengatakan Abah Rama keluar. Bang Kobar berencana menunggu akan tetapi security melarang dan mengusir mereka. Bang Kobar marah dan emosi, akan tetapi Alex melerai Bang Kobar karena urusannya dengan abah Rama bukan dengan Security.

Tante Marissa masuk ke ruangan Boy dan kaget melihat ruangan Boy kosong. Suster mengatakan kepada Tante Marissa kalau Boy sudah pindah ruangan. Tante Marissa meminta suster mengantarnya ke ruangan Boy. Sampai di ruangan Boy tante Marissa senyum-senyum dan bertanya kepada Boy kenapa pindah. Boy mengatakan kalau dia malas berduaan dengan Adriana.

Adriana berjalan menuju ruangan Boy. Adriana masuk ke ruangan Boy dan berbicara sendiri padahal yang diajak bicara bukan Boy. Adriana kaget saat melihat yang diajaknya bicara bukan Boy. Adriana kemudian menelepon Tante Marissa dan menanyakan keberadaan Boy. Boy melarang mamanya memberitahukan Adriana ruangan yang ditempati Boy.